Definisi Pengertian Komunikasi Adalah

Pengertian Komunikasi Adalah : Definisi, Unsur, Proses, Fungsi dan Tujuan

Posted on

Komunikasi merupakan kosa kata yang sangat umum kita dengar di kehidupan sehari-hari. Komunikasi sering dianggap sebagai sebuah aktivitas untuk bertukar informasi dengan adanya tanggapan, baik langsung maupun tidak langsung. Tanpa adanya komunikasi, interaksi antara mahluk hidup tidak akan dapat berjalan lancar.

Definisi dan Pengertian Komunikasi Secara Umum

Secara umum, komunikasi dapat diartikan menjadi sebuah sebutan dari kegiatan pertukaran informasi antara dua orang atau lebih dengan maksud dan tujuan tertentu. Pengertian komikasi lainnya yaitu sebuah aktivitas penyampaian informasi, pesan, ide, gagasan, atau opini dari satu pihak ke pihak lainnya.

A. Definisi dan Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Lebih jelas lagi mengenai pengertian komunikasi dapat dilihat dari pendapat pengertian komunikasi menurut pandangan para ahli di bawah ini.

1. Aristoteles

Komunikasi ialah alat yang digunakan oleh masyarakat untuk dapat ikut berpartisipasi dalam proses perwujudan demokrasi. Dari pengertian menurut Aristoteles ini dapat disimpulkan bawah komunikasi adalah alat perwujudan dari demokrasi, bentuk dari kesetaraan hak seluruh masyarakat di sebuah negara dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan.

2. Everett M. Rogers

Komunikasi ialah gambaran proses pengalihan ide dari satu sumber ke pihak penerima yang terdiri dari satu atau lebih dengan tujuan mampu mengubah tingkah laku. Dapat disimpulkan, komunikasi menjadi sebuah proses pemberian ide untuk perubahan.

3. Anderson

Komunikasi ialah berupa rangkaian langkah serah-terima maksud, terjadi secara dinamis serta dapat konstan berubah sesuai dengan kondisi yang sedang berlaku. Sementara kesimpulan pengertian komunikasi dari Anderson dapat diartikan menjadi langkah yang berlangsung dinamis dan dapat berubah sesuai kondisi.

4. William I. Gordon

Komunikasi ialah sebuah transaksi dinamis yang mana melibatkan gagasan dan perasaan. Pengertian singkat ini bisa memiliki rincian berupa transaksi yang diartikan serah-terima dinamis (terus mengalami perkembangan dan perubahan) dengan melibatkan gagasan sebagai bentuk wujud objek perkembangan dan perubahan tersebut, serta melibatkan perasaan antara pihak yang menyerahkan dan pihak penerima.

5. Lexicographer

Komunikasi adalah usaha dengan tujuan untuk memberi dan sambil meraih kebersamaan. Tujuan ini merupakan keinginan dua belah pihak dan akan tercapai bila mereka melakukan aktivitas komunikasi (saling transfer informasi) yang terdiri dari pemahaman selaras tentang informasi tersebut.

6. Prof. Drs. H.A.W Widjaja

Komunikasi ialah hubungan kontak antara manusia, baik individu, ataupun kelompok. Secara rinci komunikasi menjadi wujud dari sambungan antara manusia dalam beragam bentuk. Komunikasi sendiri bisa secara lisan mau pun tulisan.

7. Redi Panuju

Komunikasi ialah arus sistem melekat atau kinerja antar bagian-bagian organisasi yang dapat mengeluarkan suatu keharmonisan. Dapat diartikan menjadi sebuah sistem kinerja antara bagian dari organisasi dan menciptakan keharmonisan. Dalam hal ini keharmonisan merupakan efek postif dari adanya komunikasi.

8. Agus M. Hardjana, M.Sc., ED

Komunikasi ialah kegiatan penyampaian tentang suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain atau oleh satu pihak ke pihak lain melalui media tertentu. Setelah pesan diterima dan dipahami berdasarkan kemampuannya, penerima pesan lalu menyampaikan tanggapan atau balasan melalui media tertentu pula pada penyampai pesan.

Atau juga dapat disimpulkan komunikasi merupakan kegiatan penyampaian pesan dan tanggapan atas pesan tersebut dari satu pihak pihak lain selaku penyampai dan penerima pesan.

9. Onong Uchjana Effendy

Komunikasi ialah proses menyampaikan pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk memberi tahu, mengubah sikap, perilaku, atau pendapat baik secara langsung (lisan) ataupun tidak langsung (media). Disimpulkan komunikasi dapat menjadi proses penyampaian antar beberapa pihak dalam bentuk langsung atau tidak langsung.

B. Unsur Unsur Komunikasi

Komunikasi dengan bahasa latin ‘communis’ yang berarti ‘sama’. Pengertian dari komunikasi dapat berupa rangkaian langkah serah-terima maksud, terjadi secara dinamis serta dapat konstan berubah sesuai dengan kondisi yang sedang berlaku, seperti yang diungkapkan oleh ahli Anderson.

Sementara menurut Lexicographer, komunikasi adalah usaha dengan tujuan untuk memberi dan sambil meraih kebersamaan. Tujuan ini merupakan keinginan dua belah pihak dan akan tercapai bila mereka melakukan aktivitas komunikasi yang terdiri dari pemahaman selaras tentang informasi tersebut. Terdapat lima unsur dalam komunikasi.

Unsur Unsur Komunikasi

Unsur Unsur Komunikasi yang Berperan Penting Dalam Proses Komunikasi. Terdapat lima unsur komunikasi yang memengaruhi berjalannya proses komunikasi meliputi:

1. Komunikator

Bila dalam salah satu pengertian komunikasi ialah pertukaran dan transfer informasi antara penyampai dan penerima, unsur komunikator ini ialah sebutan lain untuk pihak penyampai. Atau pihak pemberi informasi, ide, pesan, dan sebagainya. Komunikator berperan sebagai informasi bagi penerima.

Komunikator biasanya diminta secara tidak langsung untuk mampu menyampaikan pesan secara benar. Beberapa hal yang lebih baik dimiliki oleh komunikator antara lain pertama ialah menguasai teknik berbicara dan menulis. Tergantung pada jenis komunikasinya.

Lalu yang kedua, memiliki pengetahuan luas dan pengetahuan dalam mengantisipasi gangguan. Ketiga, memiliki kemampuan dalam memilih media yang dirasa paling tepat dalam menyampaikan pesan. Serta yang keempat ialah memiliki kredibilitas di mata komunikan sebagai penerima pesan/informasi.

2. Pesan

Objek dalam aktivitas komunikasi ialah pesan yang bisa berupa informasi, ide, gagasan, dan banyak lagi. Objek pesan ini merupakan unsur dari komunikasi. Pesan sendiri bisa berupa teks, lisan, ataupun gambar. Jenis pesan sebagai unsur komunikasi berupa pesan informatif, pesan persuasif, dan pesan koersif.

Pesan informatif adalah pesan dengan sifat memberi informasi. Pesan persuasif adalah pesan dengan sifat bujukan atau membujuk. Sementara pesan koersif adalah pesan dengan sifat memaksa demi mencapai tujuan tertentu.

3. Media Komunikasi

Berikutnya ialah unsur media komunikasi. Dalam unsur ini meliputi sarana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan. Paling dasar, pesan akan diterima oleh pancaindera yang kemudian berlanjut pada proses berpikir. Baru secara otomatis tercipta lah tanggapan.

Menggunakan media komunikasi seperti pesan berbentuk gambar dan suara biasanya lebih cepat atau mudah diproses oleh pancaindera dan pikiran kita. Maka tidak heran bila komunikasi dalam bentuk kedua hal tersebut akan lebih terasa menarik dibandingkan dalam bentuk teks/tulisan. Ada dua macam media yaitu media personal dan media massa.

4. Komunikan

Nah, bila pada unsur pertama adalah pihak penyampai pesan, unsur keempat yang tidak kalah penting ialah pihak penerima pesan atau disebut dengan sebutan komunikan. Komunikan dapat disebut juga sebagai sasaran para komunikator. Mulai dari individu, organisasi, kelompok, ataupun pihak tertentu.

Hal-hal yang dimiliki komunikan dapat membantu kelancaran aktivitas komunikasi yaitu kecakapan dalam komunikasi, sikap, memiliki pengetahuan, serta keadaan fisik lahir (berhubungan dengan fungsi indera utama pada tubuh manusia).

5. Feedback

Unsur komunikasi yang terakhir adalah feedback atau umpan balik. Unsur ini berupa bentuk tanggapan yang diberikan oleh komunika terhadap pesan yang disampaikan oleh komunikator. Feedback ini ikut berperan penting dalam kelancaran aktivitas komunikasi. Karena sebagian besar tujuan dari komunikasi ialah mendapat feedback sesuai harapan komunikator.

Terdapat dua kategori dari feedback, positif dan negatif. Seperti sebutannya, feedback positif merupakan respon bersifat setuju. Sementarafeedback negatif sebaliknya, bersifat menolak. Bentuk feedback ini beragam, mulai dari sikap, hingga perkataan. Contohnya mengangguk, menggeleng, acuh, tersenyum, dan banyak lagi.

Jenis Jenis Komunikasi

Komunikasi memiliki berbagai arti. Dapat dilihat dari bentuk aktivitas dan tujuan komunikasi itu sendiri. Komunikasi secara singkat memiliki pengertian berupa suatu bentuk aktivitas penyampaian ide, informasi, atau opini antara satu pihak kepada pihak lainnya yang mana diberi tanggapan sebagai bentuk penerimaan.

Tujuan dari adanya komunikasi beragam, menurut beberapa ahli tujuan komunikasi dapat berupa mengubah perilaku seseorang atau pihak tertentu. Seperti pengertian komunikasi menurut ahli Onong Uchjana Effendy, komunikasi adalah proses menyampaikan pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk memberi tahu, mengubah sikap, perilaku, atau pendapat baik secara langsung ataupun tidak langsung.

C. Jenis Jenis Komunikasi

Untuk jenis-jenis komunikasi, terdapat berbagai jenis sesuai dengan bentuk komunikasi tersebut. Lebih jelasnya sebagai berikut :

1. Komunikasi Sesuai Cara Penyampaian

Dalam jenis sesuai cara penyampaian dibagi menjadi dua yaitu verbal dan non-verbal. Jenis komunikasi verbal merupakan bentuk komunikasi dengan menggunakan proses penyampaian pesan berbentuk kata-kata. Dapat berupa lisan maupun tulisan.

Sementara jenis komunikasi non-verbal ialah proses penyampaian pesan tidak menggunakan kata-kata, tetapi menggunakan bahasa tubuh, isyarat, ekspresi wajah, serta kontak mata. Pendukung lainnya seperti intonasi suara dan gaya bicara ikut berperan pada jenis komunikasi ini.

2. Komunikasi Sesuai Jenis Pesan

Jenis komunikasi yang sesuai dengan jenis pesan ini juga dibagi menjadi dua, lisan dan tertulis. Jenis komunikasi lisan adalah aktivitas komunikasi secara langsung tanpa adanya batasan jarak. Dapat diartikan jenis komunikasi ini melibatkan kedua pihak (pemberi dan penerima informasi) dengan bertatapan dan pengucapan kata-kata secara langsung.

Kemudian jenis komunikasi tertulis diartikan sebagai komunikasi tidak langsung yang penyampaiannya melalui media tulisan seperti email, pesan singkat, media surat, naskah, teks, spanduk, dan sejenisnya.

3. Komunikasi Sesuai Bentuk Perilaku

Terdapat tiga jenis komunikasi yang sesuai dengan bentuk perilaku, pertama jenis komunikasi formal. Komunikasi formal berjalan berdasarkan kewenangan (hirarki) organisasi atau pihak tertentu yang mana menjadikan komunikasi tersebut ditetapkan.

Kedua ialah komunikasi informal. Sebaliknya dari formal, jenis komunikasi ini tidak ditetapkan oleh organisasi atau pihak tertentu. Sehingga tidak berpengaruh terhadap organisasi dan pengakuan secara resmi. Lalu jenis ketiga ialah komunikasi jenis non-formal. Komunikasi ini meliputi bentuk formal dan informal dengan tujuan pelaksanaan pekerjaan organisasi.

4. Komunikasi Sesuai Aliran Informasi

Sesuai jenis aliran informasi, jenis komunikasi dibagi menjadi dua yaitu komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah. Satu arah berbentuk komunikasi tanpa menitikberatkan adanya umpan balik atau tanggapan langsung. Contohnya perintah, himbauan, dan instruksi.

Jenis komunikasi dua arah berupa sebaliknya, komunikasi ini diharapkan mendapat tanggapan dan umpan balik. Contohnya seperti dua orang yang saling berbicara satu sama lain.

5. Komunikasi Sesuai Kelangsungannya

Berikutnya jenis komunikasi yang disesuaikan dengan bentuk kelangsungannya yaitu komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Singkatnya, komunikasi langsung tidak melibatkan media atau perantara, sementara tidak langsung sebaliknya.

D. Proses Komunikasi

Setiap aktivitas komunikasi berlangsung dalam bentuk proses. Proses komunikasi adalah suatu gambaran bagaimana sang pemberi informasi atau pesan (komunikator) menyampaikan pesan kepada penerimanya (komunikan). Proses ini bertujuan untuk mencapai persamaan makna antara kedua belah pihak secara efektif.

Proses komunikasi dapat juga diartikan menjadi proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain yang mana bertujuan agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Atau hingga terciptanya kesamaan antara semua pihak. Aktivitas komunikasi dilakukan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh kedua pihak.

Proses Fungsi Komunikasi

Aktivitas komunikasi merupakan rutinitas yang selalu kita lakukan setiap hari, bahkan setiap waktu. Komunikasi adalah aktivitas penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Jenisnya bisa beragam, mulai dari komunikasi langsung dan tidak langsung, verbal dan non-verbal, formal dan non-formal, serta jenis atau bentuk lainnya.

F. Fungsi Komunikasi

Dengan komunikasi, kita semua bisa mendapatkan berbagai informasi yang kita butuhkan. Dengan komunikasi juga kita bisa menyampaikan informasi ke pihak lain dan mendapat tanggapan yang mana menjadi bagian penting dari hubungan antar manusia. Fungsi lebih lengkap dari komunikasi sebagai berikut:

1. Informasi

Fungsi pertama ialah sebagai informasi. Adanya komunikasi membuat informasi-informasi dapat tersebar dan dimengerti oleh banyak orang. Kita bisa saling berbagi informasi yang bisa memengaruhi kehidupan kita. Termasuk adanya perubahan.

2. Sosialisasi

Komunikasi memiliki fungsi yaitu sosialisasi. Dengan komunikasi kita bisa bermasyarakat (pemasyarakatan). Sebab tentu kita tidak bisa hidup hanya seorang diri. Kita membutuhkan kegiatan sosialisasi untuk bisa saling memberi bantuan satu sama lain.

3. Motivasi

Motivasi merupakan fungsi berikutnya dari komunikasi. Motivasi ini berperan seperti ‘dorongan’ bagi kita. Dorongan dalam mencapai tujuan. Baik secara individu ataupun kelompok. Komunikasi membuat kita lebih terdorong untuk bisa menentukan pilihan.

4. Diskusi

Komunikasi berfungsi sebagai media diskusi. Artinya dengan komunikasi kita bisa saling bertukar pikiran dan pendapat sehingga mampu menyelesaikan atau mencari solusi terbaik dalam penyelesaian masalah. Komunikasi untuk diskusi juga menjadi hal penting agar penyelesaian masalah tidak memberi kerugian.

5. Pendidikan

Selanjutnya, komunikasi memiliki fungsi sebagai media pendidikan. Komunikasi menciptakan pengembangan terhadap dunia pendidikan dengan mendorong perkembangan wawasan, intelektual, pembentukan watak, sikap, serta keterampilan setiap individu.

6. Memajukan Budaya

Komunikasi menjadi aktivitas yang berperan penting dalam memajukan budaya. Karena dengan adanya komunikasi, berbagai budaya dari segala belahan dunia bisa diperkenalkan. Maka berpengaruh terhadap upaya melestarikan budaya masa lalu. Fungsi dalam hal budaya ini juga memberi efek positif untuk mendorong kreativitas seni.

7. Hiburan

Fungsi yang terakhir ialah dalam bidang hiburan. Komunikasi menjadi aktivitas yang berfungsi untuk berbagi suara, gambar, video, drama, sastra, tulisan, dan sebagainya yang mana merupakan alat kesenangan dan media rekreasi.

G. Tujuan Komunikasi

Selain memiliki fungsi, aktivitas komunikasi memiliki tujuan, meski tidak berbeda jauh dari fungsinya. Tujuan komunikasi utamanya ialah membuat pihak penerima pesan mengerti dan memahami banyak hal. Lebih jelasnya, tujuan tersebut bisa diuraikan menjadi:

Contoh Manfaat Fungsi Tujuan Komunikasi

1. Menyampaikan Informasi

Tujuan dari komunikasi pertama adalah menyampaikan informasi. Sesuai dengan pengertian dari komunikasi, penyampaian informasi ini dilakukan oleh komunikator. Informasinya sendiri bisa berbentuk satu arah yang mana tidak membutuhkan umpan baik, atau dua arah yang membutuhkan umpan balik.

2. Mendidik

Berikutnya, tujuan komunikasi adalah untuk mendidik. Berhubungan dengan penyampaian informasi dan fungsinya dalam perkembangan wawasan, ilmu, intelektual, dan sebagainya.

3. Memengaruhi

Adanya komunikasi bisa diikuti tujuan untuk memengaruhi individu atau kelompok agar melakukan perubahan. Ataupun melakukan hal-hal yang dianggap lebih baik dilakukan. Komunikasi secara perlahan bisa juga mengubah diri seseorang.

4. Menghibur

Tujuan singkat dari komunikasi adalah menghibur. Komunikasi mampu membuat seorang individu ataupun kelompok merasa senang karena merasa telah dihibur. Komunikasi memang bisa berbentuk apa pun, dengan isi pesan yang beragam. Begitu juga dalam hal hiburan. Sehingga tujuan komunikator menyampaikan pesan, bisa bertujuan untuk memberi hiburan.

5. Melakukan Perubahan

Kelimat, komunikasi memiliki tujuan berupa melakukan perubahan. Perubahan ini bisa berupa perubahan sikap, perubahan pendapat, perubahan perilaku, dan perubahan sosial.