Apakah anda pernah merasakan cuaca panas? Apakah yang anda rasakan ketika sedang menggunakan skincare? Kulit anda halus, kenyal, dan glowing? Apakah yang anda rasakan ketika tidak sengaja tertusuk jarum? Sakit? Jika anda merasakan semua itu maka anda telah mengetahui contoh dari perwujudan indra peraba dalam kehidupan sehari – hari.

A. Pengertian Indra Peraba

Indra peraba adalah salah satu dari pancaindra yang memiliki fungsi sebagai alat pendeteksi keadaan lingkungan atau sensasi suatu benda apabila mengenai tubuh. Selain itu, indra peraba yang biasanya disebut dengan kulit ini juga berperan sebagai pemberi respon terhadap apa yang ada diberikan lingkungan kepada tubuh kita.  Indra peraba merupakan alat tubuh yang sangat berperan dalam kehidupan sehari – hari dimana indra ini berhubungan langsung dengan lingkungan luar sehingga dapat membantu kita dalam mendeteksi apa yang terjadi.

B. Struktur dan Bagian Indra Peraba

Indra peraba atau kulit memiliki beberapa bagian. Adapun bagian – bagiannya yaitu:

1. Epidermis

Epidermis merupakan salah satu lapisan terluar yang ada pada kulit. Epidermis memiliki beberapa bagian yaitu kulit ari dan lapisan malpigi. Kulit ari merupakan sel – sel mati yang fungsinya mencegah masuk bakteri dari penguapan air di dalam tubuh. Lapisan malpigi merupakan sel – sel yang aktif dan masih melakukan pembelahan yang berfungsi untuk menggantikan kulit ari yang telah mati dan mengelupas.

Epidermis memiliki ketebalan yang berbeda – beda tergantung fungsinya, seperti pada telapak tangan dan telapak kaki yang memiliki ketebalan ekstra. Epidermis juga sangat berperan dalam pigmentasi kulit.

2. Dermis

Setelah epidermis, lapisan selanjutnya dari kulit adalah dermis. Lapisan ini memiliki ketebalan hingga 2,5 mm yang lebih tebal dari epidermis. Lapisan dermis memiliki beberapa bagian yaitu fibrolas, makrofag, dan adiposit. Fibrolas memiliki fungsi sebagai penyintesis kolagen dan matriks ekstraseluler. Makrofag berfungsi sebagai jaringan sel darah putih (leukosit). Dan, adiposit memiliki fungsi sebagai sel penyimpanan lemak dan sel penghantar areolar.

3. Hipodermis

Setelah dermis, lapisan pada kulit selanjutnya adalah hipodermis. Hipodermis adalah lapisan yang dikenal banyak menyimpan lemak dan merupakan cadangan makanan. Hipodermis memiliki fungsi sebagai pelindung bagian tubuh apabila mengalami kecelakaan yang menyebabkan benturan keras.

Pada lapisan hipodermis, pembuluh darah, limfa, dan saraf – saraf yang ada pada manusia berada di dalamnya. Oleh sebab itu, hipodermis merupakan lapisan kulit yang sangat harus terlindungi. Selain itu, hipodermis berfungsi sebagai pemberi bentuk tubuh yang dimana berdasarkan dengan intensitas lemak yang tertanam di dalamnya.

C. Fungsi dan Cara Kerja Indra Peraba

Indra peraba yang merupakan salah satu dari bagian panca indra memiliki fungsi dan kegunaan yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari – hari. Adapun fungsi dari indra peraba adalah:

  1. Sebagai pendeteksi rasa atau keadaan lingkungan sekitar. Indra peraba yang berupa kulit ini dapat merasakan segala sesuatu yang mengenai tubuh anda secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung contohnya benda seperti jarum yang menusuk anda, dan secara tidak langsung adalah udara dan cuaca di lingkungan anda. Anda akan merasakan hawa atau sensasi berdasarkan apa yang mengenai tubuh anda.
  2. Sebagai pelindung organ – organ dalam manusia dari benda asing. Hal ini termasuk melindungi organ – organ dari benturan yang bisa terjadi pada kecelakaan, meskipun hal ini dapat terjadi pula tetapi dengan adanya kulit, kerusakan tersebut tidak akan terjadi secara spontan.
  3. Sebagai bagian dari organ regulasi yang berperan dalam mengatur suhu tubuh dan perubahan sirkulasi tubuh.
  4. Sebagai bagian dari alat ekskresi yang berfungsi untuk mengeluarkan zat – zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh atau sisa metabolisme tubuh yang berupa urea, asam urat, NaCl, amonia, dan biasanya berbentuk keringat.

Untuk melakukan fungsi – fungsi tersebut, indra peraba memiliki cara kerja. Cara kerja indra peraba untuk menjalankan fungsinya yaitu:

  1. Rangsangan yang bisa berupa sentuhan dari seseorang, suatu benda, atau bahkan keadaan lingkungan diterima oleh kulit.
  2. Rangsangan tersebut diterima oleh reseptor yang akan mengirimkannya kepada otak untuk direalisasikan. Dalam pekerjaan ini, sel – sel reseptor dibantu oleh urat saraf.
  3. Otak yang telah menerima rangsangan tersebut, memprosesnya dan merealisasikannya sehingga seseorang dapat merasakan apa yang terjadi padanya. Hal ini dilakukan otak dengan melakukan pengiriman sinyal kepada tubuh mengenai sensasi tersebut. Apabila rangsangan merupakan sesuatu yang sangat panas, sangat dingin, atau sangat sakit, otak akan melibatkan gerak refleks untuk menanggapinya. Hal ini sering terjadi pada kehidupan sehari – hari apabila kita tak sengaja memegang besi gosokan, memegang es batu, dan tertusuk jarum.
  4. Hal ini akan terjadi berulang kali setiap waktu tergantung seberapa sering anda merasakan rangsangan – rangsangan tersebut.