Daur Hidup Belalang - Proses Tahapan metamorfosis Tidak Lengkap
Daur Hidup Belalang - Proses Tahapan metamorfosis Tidak Lengkap

Daur Hidup Belalang – Metamorfosis Tidak Sempurna

Posted on

Metamorfosis Belalang memiliki fase yang sama dengan metamorfosis kecoa, capung maupun jangkrik. Itu disebabkan karena beberapa jenis hewan mengalami metamorfosis tidak sempurna. Berbeda dengan nyamuk, kupu-kupu dan lebah yang mengalami fase metamorfosis sempurna.

Belalang merupakan salah satu hewan yang sering dinggap sebagai musuh petani karena sifatnya yang suka memakan daun-daunan. Meskipun begitu, hewan ini berperan penting dalam keseimbangan ekosistem sawah. Manfaatnya yakni bisa membasmi hama lain dan menjadi makanan bagi beberapa burung.

Klasifikasi Belalang

Belalang mempunyai nama dalam bahasa Inggris Grasshopper yang merupakan hewan sering meloncat dari rumpun ke rumput lainnya, belalang termasuk kedalam kingdom Animalia. Belalang berada dalam philum Arthropoda, kelas Insecta dengan ordo Orthoptera. Sub ordo Caelifera dan dalam keluarga Acrididae.

Berikutnya, simak penjelasan tentang metamorfosis tidak sempurna beserta metamorfosis belalang secara tuntas.

Metamorfosis Tidak Sempurna

Sebelum membahas tentang metamorfosis belalang, alangkah baiknya kita tahu dulu tentang metamorfosis tidak sempurna yang dialami oleh belalang ini. Metamorfosis tidak sempurna adalah proses pertumbuhan serangga yang tidak mengalami fase pupa atau kepompong.

Daur Hidup atau siklus hidup belalang dalam proses metamorfosis belalang ini hanya melalui 3 tahap yakni telur, nimfa lalu fase belalang dewasa yang kemudian belalang dewasa akan kawin sehingga menghasilkan telur, dengan begitu generasi belalang yang baru dengan tahapan ini berulang dari awal kembali. Untuk lebih jelas mengenai fase-fase tersebut, simak penjelasan di bawah ini yang lengkap dengan gambarnya!

1. Fase Telur

Urutan yang pertama dalam metamorfosis tidak sempurna adalah fase telur. Telur ini hasil dari pembuahan sel telur belalang betina oleh spermatozoa jantan. Pada fase ini, telur diletakkan oleh betina di tempat-tempat seperti batang tanaman, dedaunan bahkan sampai ada di dalam tanah tergantung dari jenis atau spesies belalang.

Sekali proses pembuahan, umumnya belalang betina menghasilam 10 hingga 300 butir telur. Bentuk telurnya seperti butiran beras. Kalau di daerah sub tropis, telur diletakkan di dalam tanah dengan kedalaman 3 – 4 cm dari permukaan tanah. Tujuannya adalah agar telur tersebut bisa terlindungi dari musim dingin.

Jangka waktu penetasan telur tidaklah sama, bergantung pada kondisi suhu sekitar, bisa sampai 6,5 bulan di musim dingin menunggu awal musim panas. Jadi, lamanya proses metamorfosis belalang ini bergantung juga pada lingkungan yang ditempati. Setelah menetas, maka keluarlah nimfa atau dapat disebut dengan bayi belalang dan warnanya putih.

Pada fase telur ini induk akan menempatkan telurnya di tempat yang aman agar perkembangan embrio bagus dan terlindungi. Embrio sendiri sebenarnya sudah mempunyai cangkang yang dilapisi zat kitin dan zat itulah yang melindungi embrio sampai menetas menjadi nimfa.

2. Tahap Nimfa

Setelah mengalami fase telur, metamorfosis belalang selanjutnya adalah fase nimfa. Seperti yang dijelaskan di atas, nimfa berwarna putih, lalu berubah warna menjadi hijau atau coklat setelah terkena matahari. Tahap ini akan berlangsung selama 25 – 40 hari dan nimfa belalang mendapatkan nutrisi untuk bertumbuh kembang dengan memakan daun-daun muda.

Dalam pertumbuhan nimfa selama 25 – 40 hari itu akan mengalami ganti kulit atau instar, proses ini disebut molting. Pergantian kulit bisa 4 – 6 kali tergantung jenis belalang serta suhu dan kelembaban lingkungan yang ditempati belalang. Jika sudah mengalami instar terakhir, maka akan muncul sayap kecil.

Tahapan nimfa merupakan tahap metamorfosis belalang dimana mulai terbentuk organ dewasa atau dikenal dengan belalang muda. Fase kedua ini belalang sudah seperti yang dewasa, tapi ukurannya lebih kecil. Selain terbentuk sayap, belalang juga mengalami perkembangan organ reproduksi hingga adanya penggantian kerangka luar.

3. Stadium Belalang Dewasa

Belalang dewasa adalah fase metamorfosis belalang terakhir. Umumnya, fase ini akan dialami belalang setelah mengalami 1 bulan nimfa atau belalang muda. Pada tahap ini belalang sudah mempunyai sayap yang lengkap dan kuat serta mampu terbang. Sistem reproduksinya juga sudah matang dan siap membuahi sel telur betina.

Tahapan ini dikenal pula dengan fase imago yang tidak hanya dialami pada metamorfosis belalang saja. Melainkan pula juga ada dalam metamorfosis kecoak, walang sangit dan beberapa serangga lain. Imago pun dialami oleh hewan-hewan metamorfosis sempurna.

Dari penjelasan diatas, kita tahu bahwa pertumbuhan belalang tidak mengalami fase pupa atau kepompong. Sehingga, disebut sebagai metamorfosis tidak sempurna. Dalam metamorfosis belalang, paling lama jangka waktunya ada fase telur. Lama fase telur antara hewan-hewan dengan metamorfosis tidak sempurna tidaklah sama.

Jenis-jenis Belalang

Setidaknya terdapat 4 jenis belalang yang mana setiap jenisnya mempunyai masa metamorfosis belalang yang berbeda. Berikut ini jenis-jenisnya antaranya:

1. Belalang Kayu

Jenis belalang kayu mempunyai tubuh berwarna coklat tua seperti warna kayu dengan ukuran badannya 85 mm.

2. Belalang Sembah

Yang kedua ada belalang sembah atau dikenal dengan belalang sentadu, merupakan jenis serangga pada golongan ordo Mantodea.

3. Belalang Hijau

Merupakan jenis belalang yang sering kita jumpai dengan nama latin Atractomorpha Crenulata dan termasuk dalam ordo Orthoptera.

4. Belalang Batu

Meskipun diberi nama batu, tapi jenis belalang ini adalah yang paling unik dan memukau. Penampilannya bisa membuat orang terpesona ingin memeliharanya.

Demikianlah bahasan tentang metamorfosis belalang yang tidak mengalami fase kepompong. Semoga informasi ini bermanfaat, terutama bagi kalian yang masih dalam bangku sekolah.