Daur Hidup Jangkrik - Metamorfosis Tidak Lengkap

Daur Hidup Jangkrik – Metamorfosis Tidak Sempurna

Posted on

Metamorfosis Tidak Lengkap Jangkrik. Salah satu serangga yang kerap kita jumpai di kebun atau sawah adalah jangkrik. Jangkrik ini bentuk tubuhnya mirip dengan belalang. Yang membedakannya, jangkrik memiliki antena yang panjang di bagian kepalanya.

Jangkrik termasuk dalam hongan hewan omnivora atau pemakan segalanya. Ciri khas dari hewan ini adalah suaranya yang unik, tetapi suara ini hanya keluar dari jangkrik jantan saja. Suara jangkrik ini dimaksudkan untuk menarik perhatian betina dan penanda teritorial bagi para jantan yang mendekat.

Jangkrik sering dicari banyak orang untuk dipelihara, tujuan dari pemeliharaannya sendiri untuk diikutkan perlombaan atau kontes. Ada pula yang berpendapat bahwa jangkrik merupakan hewan keberutungan. Lalu, daur hidup jangkrik seperti apa?

Daur Hidup Jangkrik

Daur hidup atau proses metamorfosis jangkrik sendiri ada tiga tahapan, yakni telur, Nimfa, kemudian jangkrik dewasa. Metamorfosis yang seperti ini disebut juga metamorfosis tidak sempurna.

Daur hidup jangkrik dimulai saat jangkrik betina menyimpan telurnya di dalam tanah. Kemudian telur tersebut menetas, telur yang menetas ini disebut dengan nimfa. Pada saat menjadi nimfa, akan terjadi proses penggantian kulit sebanyak enam sampai delapan kali.

Nah pada saat pergantian kulit terakhir, jangkrik muda atau nimfa tersebut akan berubah menjadi jangkrik dewasa. Jangkrik memang identik dengan area perkebunan atau persawahan, tetapi sebenarnya, secara garis besar jangkrik ini sangat menyenangi keberadaannya di dalam tanah.

Telur Jangkrik => Nimfa Jangkrik => Jangkrik Dewasa

Daur hidup jangkrik akan berjalan dengan baik apabila bisa terhindar dari berbagai serangan ancaman, baik itu dari proses internal maupun eksternal.

Faktor internal yang bisa menghambat metamorfosis jangkrik adalah adanya virus yang menyerang serta bakteri yang sudah merambat jangkrik. Hal ini akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup jangkrik.

Sedangkan faktor eksternal yang bisa menyerang daur hidup jangkrik adalah adanya pemangsa dari hewan lain seperti hewan melata ular, kadal dan berbagai hewan berbahaya lainnya. Jangkrik juga dikenal sebagai hewan yang bermanfaat untuk manusia, baik dari sisi kehidupan maupun kesehatan.