Mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial seseorang dalam masyarakat ke status sosial yang lain dalam kehidupan masyarakat. Perpindahan status sosial disini bisa ke arah lebih tinggi, lebih baik atau juga bisa lebih rendah. Ada juga kasus mobilitas sosial dimana status sosial tetap sederajat, tapi yang berpindah hanya posis dimana orang itu berada.

Jawaban utama untuk pertanyaan mengapa faktor ekonomi menjadi penghambat mobilitas sosial adalah karena setiap orang melakukan aktivitas ekonomi untuk menunjang kehidupannya baik untuk biaya kesehatan, pendidikan atau pekerjaan. Apabila perekonomian suatu keluarga baik, maka akan mendukung pada bidang lain seperti pendidikan, mampu membayar pelatihan kerja sehingga bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Sedangkan, akan menjadi penghambat, apabila perekonomian keluarga buruk akan menghambat orang tersebut untuk melanjutkan pendidikan, tidak bisa membayar pelatihan kerja, kemudian susah mendapat pekerjaan.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial, faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorong inilah yang mendukung adanya proses masyarakat menuju kearah sosial yang lebih baik, misalnya pendidikan yang baik, kesehatan dan tingkat harapan hidup meningkat. Sedangkan faktor penghambat merupakan faktor yang memperlambat adanya mobilitas sosial kearah yang lebih baik, tetapi justru membuat masyarakat lebih buruk dalam kehidupan sosial.

Pembahasan mobilitas sosial

Mobilitas sosial dibagi menjadi dua, yaitu mobilitas sosial horizontal dan mobilitas sosial vertikal. Berikut ini adalah penjelasan dari macam-macam mobilitas sosial.

1. Mobilitas sosial vertikal

Sesuai dengan sebutannya, moblitas vertikal sama seperti garis vertikal. Hanya ada dua arah yakni ke atas atau ke bawah. Artinya, pilihan seseorang adalah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Bisa juga dikatakan perpindahan status sosial dari miskin menjadi kaya, atau dari kaya menjadi miskin.

Oleh karena itu, mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan status sosial yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang ke status sosial lain yang derajatnya berbeda dari sebelumnya. Ada orang yang awalnya sederhana, makan di warung kaki lima, setelah bekerja dan berpenghasilan besar kebiasaan makan di restoran, misalnya.

2. Mobilitas sosial horizontal

Mobilitas horizontal sama seperti garis lurus horizontal atau mendatar. Kemanapun seseorang berpindah dari satu titik ke titik lain yang masih dalam garis horizontal, derajat sosialnya masih sama seperti sebelumnya. Jadi, mobilitas horizontal adalah perpindahan status sosial yang dialami oleh seseorang tetapi tidak mengubah derajat sosialnya atau akan tetap sejajar seperti sebelumnya.

Contohnya adalah seorang guru PNS yang bekerja di salah satu sekolah negeri kota A. Kemudian dari pimpinan, mengharuskan guru tersebut dipindah tugaskan ke salah satu sekolah negeri di kota B. Nah, meskipun guru PNS tersebut tempat kerjanya berpindah, tetapi tidak mengubah status sosialnya sebagai seorang guru.

Faktor lain penghambat mobilitas sosial

Selain dari faktor ekonomi, mobilitas sosial juga dapat terhambat oleh faktor lain seperti faktor kesenjangan sosial, diskriminasi, perbedaan jenis kelamin

1. Kesenjangan sosial

Faktor ini menjadi penghambat adanya mobilitas sosial, dimana masyarakat miskin yang biasanya menjadi buruh akan terus berada di posisi tersebut. Tanpa adanya kesadaran dari si kaya untuk membantu, mereka akan tetap menjadi buruh yang rentan untuk di PHK apabila tempat kerjanya terjadi kerugian besar.

2. Diskriminasi

Diskriminasi kerap terjadi di negara yang banyak penduduk dan perbedaan suku, ras, warna kulit dan agama. Misalnya, di negara-negara Afrika, orang-orang kulit hitam terdiskriminasi dan akses terhadap pendidikan, politik dan ekonomi sangat terbatas. Hal ini lah yang menjadi penghambat adanya mobilitas sosial.