Metode jaringan komputer topologi bus merupakan metode populer. Metode ini berupa sebuah cara dalam menghubungkan komputer dengan jumlah dua atau lebih secara serial. Pada topologi bus, akan digunakan komponen kabel utama yang berperan sebagai pusat (center).

Mengapa cukup populer? Karena metode ini cocok digunakan dalam skala kecil. Semua unit komputer (klien) akan berhubungan langsung dengan kabel tunggal yang disebut dengan bus. Topologi bus menggunakan sebuah terminator, konektor T, dan BNC. Sementara pada proses transmisi data, metode ini menggunakan kabel coaxial berbentuk seperti jajaran kursi dalam bus.

A. Cara Kerja Metode Topologi Bus

Topologi bus sering dinilai menjadi metode yang agak lemah. Meski begitu, metode ini tetap banyak dipilih karena pemasangan atau instalasinya tergolong murah dan mudah. Cara kerjanya mengandalkan kabel utama yang terhubung dengan semua unit komputer/klien. Masing-masing unit komputer bisa berbagi dan pertukaran data antar komputer dengan syarat utama, tidak dalam waktu bersamaan.

Sehingga harus menunggu komputer lain selesai, bari bisa melakukannya. Atau singkatnya kabel utama harus dalam keadaan bebas. Agar proses ini tidak menghambat kinerja, topologi bus menggunakan sebuah protokol bernama Carrier Sense Multiple Access (CSMA)/ Collision Detection (CD). Protokol ini akan berperan untuk menghindari tabrakan aktivitas di kabel utama.

B. Ciri dan Karakter Metode Topologi Bus

Untuk lebih mengenal lagi, coba pahami ciri dan katakter metode ini yang bisa jadi patokan perbedaan dari metode lainnya.

1. Topologi bus digunakan oleh kantor atau perusahaan berskala kecil.

Jika mengunjungi perusahaan berskala menengah ke atas, kemungkinan besar mereka tidak menerapkan metode ini. Selain karena metode ini memang hanya bisa diterapkan dalam skala kecil seperti hanya untuk unit komputer tidak lebih dari 6 unit, dari segi kecepatan kinerja juga terbatas.

2. Sepanjang jaringan terdapat kabel utama yang langsung bisa dikenali.

Seperti yang sudah disebutkan, letak kabel pusat atau utama tersebut akan mudah sekali terlihat karena harus terhubung pada semua unit komputer secara langsung.

3. Kabel pusat memiliki fungsi sebagai backbone atau jalur data.

Kabel pusat berperan penting dalam kinerja jaringan pada komputer-komputer yang terhubung.

4. Pada setiap ujung kabel pusat terdapat terminator untuk menghentikan sinyal, serta mencegah terjadinya tabrakan sinyal.

Dalam proses pengiriman data dari satu komputer ke komputer lain, komputer yang menjadi pihak pengirim akan melakukan broadcat sinyal. Setelah itu sinyal tersebut akan tersebar di sepanjang jaringan kabel, lalu memeriksa masing-masing perangkat di dalamnya.

C. Kelebihan dan Kekurangan Metode Topologi Bus

Kelebihan dari topologi bus di antara lain yang pertama ialah dari segi biaya instalasinya yang murah. Maka bisa diterapkan pada skala kecil. Ini merupakan salah satu solusi perusahaan atau kantor kecil dalam menyediakan jaringan komputer. Kelebihan kedua, dari sisi layout sederhana dan mudah sekali dikenali. Sehingga dalam penerapannya juga mudah.

Selanjutnya, topologi bus mudah untuk dikembangkan. Karena tidak akan saling mengganggu unit komputer atau perangkat lainnya yang sama-sama terhubung pada kabel pusat. Begitu pun ketika salah satunya mengalami kerusakan, tidak akan mengganggu unit komputer/klien lainnya.

Kelebihan terakhir adalah topologi bus tidak memerlukan hardware seperti switch pada proses pembuatannya. Tidak seperti metode lainnya salah satunya topologi star.

Sementara itu kekurangan metode ini berupa semakin banyak unit komputer yang bergabung dengan jaringan  dan terhubung dengan kabel pusat, semakin padat pula jalur lalu lintas pada jaringannya. Selain itu karena mengandalkan kabel pusat sebagai jaringan utama, bila bagian tersebut mengalami kerusakan, semuanya akan ikut terganggu.