Dalam materi kalor kita mengenal adanya konduksi dan konveksi. Kedua hal ini memiliki persamaan mendasar yakni sama-sama merupakan perpindahan panas atau kalor. Sedangkan perbedaan umumnya adalah zat perantaranya yang ikut berpindah pada konveksi dan tidak berpindah pada konduksi.

Konduksi dan konveksi merupakan dua fenomena yang terjadi dalam kalor dan termodinamika. Dua hal ini sangat penting dalam perpindahan kalor, tetapi masih ada radiasi yang juga fenomena dalam kalor.

Pengertian Konduksi dan Konveksi

1. Konduksi

Pengertian konduksi adalah transfer atau perpindahan energi kalor pada wilayah materi karena gradien suhu. Konduksi dapat terjadi dan diterapkan pada zat atau benda padat. Proses konduksi terjadi apabila zat padat dipanaskan yang menyebabkan atom dan molekul bergetar sangat kuat.

Pada bagian yang dipanaskan, zat atom yang begetar akan saling bertumbuhan dengan zat atom sebelahnya hingga terus menerus sampai pada ujung benda padat tersebut. Melalui getaran yang terjadi, atom-atom akan melepaskan energi dari getaran ke wilayah yang lebih terbuka.

Apabila semua titik pada benda mendapatkan pemanasan, maka disebut sebagai keadaan steady. Artinya, terdapat keseimbangan termal antara seluruh titik dan tidak ada perbedaan suhu antar titik dalam kurun waktu yang sama.

2. Konveksi

Konveksi adalah istilah yang digunakan untuk menggerakan cairan. Konveksi merupakan proses transfer energi melalui transfer materi langsung yang bentuknya adalah cairan dan gas.

Pada prosesnya, jika cairan pada wadah logam dipanaskan, maka cairan pada bagian bawah akan memanas. Kemudian proses konveksi membuat lapisan udara memanas dan mengembang sehingga lebih tidak padat daripada lapisan udara dingin diatasnya.

Proses konveksi inilah yang membuat kita bisa melihat adanya perpindahan air dengan gelembung udara pada air yang mendidih. Inilah perpindahan kalor disertai dengan perpindahan zat perantaranya.

Persamaan Konduksi dan Konveksi

1. Persamaan konduksi dan konveksi adalah sama-sama merupakan perpindahan panas atau kalor.

2. Cara perpindahan panasnya dari satu titi ke titik lainnya sama yakni dari area yang dipanaskan kedaerah yang lebih dingin atau terkena panas secara langsung.

3. Konduksi dan konveksi sama-sama menggunakan zat perantara. Sedangkan radiasi tidak menggunakan zat perantara.

Perbedaan konduksi dan konveksi

1. Pada konduksi, terjadi perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan zat perantaranya. Sedangkan pada konveksi, terjadi perpindahan kalor disertai dengan perpindahan zat nya seperti pada zat cair dan gas.

2. Zat perantara untuk konveksi adalah zat cair dan gas, sedangkan pada konduksi menggunakan zat padat sebagai media perantaranya, seperti besi, emas, perak dan lainnya.

Contoh konduksi dan konveksi

Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya telah banyak fenomena perpindahan konduksi, konveksi maupun radiasi. Berikut adalah contohnya.

1. Besi yang dipanaskan dalam pembuatan pisau

Seorang pandai besi akan membakar ujung besi dengan menggunakan arang mengangah hingga memerah. Pada sisi ujung besi juga akan tetap sangat panas karena telah terjadi perpindahan kalor. Peristiwa ini merupakan contoh dari konduksi. Namun dapat juga disebut radiasi, karena disekitar tungku pemanas akan terasa panas meski tidak ada zat pengantar.

2. Memanggang ayam dengan api unggun

Ketika dialam bebas memanggang ayam dengan api unggun dapat menyebabkan tiga fenomena sekaligus yakni konduksi, konveksi dan radiasi. Peristiwa konduksi terjadi pada besi yang digunakan sebagai pemanggang ayam, peristiwa konveksi terjadi pada gas yakni dimana udara di atas api unggun akan terasa panas. Sedangkan radiasi terjadi pada sekitar samping api unggun.