Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak akan bisa hidup jika tidak berinteraksi dengan sesama. Interaksi sosial tersebut kemudian menghasilkan banyak hal dan salah satunya adalah sugesti. Ini bisa diartikan sebuah proses yang berpengruh pada tindakan seseorang namun pengaruh itu bisa diterima atau ditolak sesuai dengan kehendak pribadi.

A. Pengertian Sugesti

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sugesti memiliki arti pendapat yang dikemukakan atau pengaruh yang diberikan untuk seseorang agar bisa mengubah pola pikir atau tindakan seseorang. Seorang ahli yakni Cambridge mengartikan jika sugesti merupakan tindakan atau ide yang diberikan pada orang lain sehingga bisa dipertimbangkan.

Jika dilihat secara umum, maka sugestesi yang diberikan kelompok mempunyai kedudukan besar dan pengaruh yang kuat pada sebuah lingkungan. Ini disebabkan karena seseorang akan lebih mudah menerima jika suatu hal disampaikan oleh kelompok besar atau orang yang lebih banyak.

Sedangkan jika diartikan lebih teknis, maka sugesti merupakan komunikasi yang berarti secara terstruktur, sengaja serta sistematis yang dilakukan seseorang. Orang tersebut bisa disebut dengan operator, hipnotis, hipnoterapis, suggestor pada orang lain yang dinamakan sebagai klien, subjek atau sugestee. Tujuannya adalah untuk membangkitkan respon secara sukarela pada pihak subjek di mana respon tersebut tidak akan terjadi tanpa adanya sugesti.

B. Macam dan Jenis Sugesti

Berdasarkan dari sumbernya, sugesti sendiri dibagi menjadi dua jenis yakni auto sugesti dan juga hetero sugesti:

1. Auto Sugesti

Auto sugesti adalah pengaruh yang berasal dari dalam diri sendiri. Auto sugesti juga sering disebut motivasi diri. Contoh dari auto sugesti adalah ketika sebuah pertandingan olahraga, atlet A mempunyai skill lebih rendah dibandingkan atlet B. Namun, atlet A bisa berhasil mengalahkan atlet B sebab selalu memotivasi dirinya sendiri agar bisa menang.

2. Hetero Sugesti

Berbeda dengan auto sugesti, hetero sugesti adalah pengaruh yang diperoleh dari orang yang ada di lingkungan sekitar atau terdekat. Biasanya, hetero sugesti dilakukan orang yang mempunyai pengaruh atau kedudukan kuat pada sebuah lingkungan. Ini dapat dilakukan oleh seseorang yang dituakan, motivator, mempunyai jabatan serta orang yan sudah berpengalaman. Sedangkan berdasarkan sifat serta sisi sosiologi, hetero sugesti ini dibagi menjadi 3 jenis, yakni:

– Sugesti Prestise

Sugesti prestise bisa diartikan sebagai pengaruh yang timbul karena prestise yang dimiliki orang lain atau kelompok yang memberikan sugesti tersebut. Biasanya, pengaruh ini dilakukan oleh seseorang yang punya jabatan pada lingkungan tersebut. Contohnya kepala desa menghimbau warga untuk melakukan kerja bakti. Pengaruh yang diberikan tersebut dinamakan dengan sugesti prestise.

– Sugesti Negatif

Sugesti negatif mengartkan jika pengaruh tersebut bersifat negatif serta menekan pihak lain. Contohnya seorang bawahan yang mengetahui jika atasannya berbuat curang dan ia mendapatkan ancaman dari atasan jika membocorkan kecurangan tersebut.

– Sugesti Kerumunan

Sugesti kerumunan atau crowd suggestion dilakukan kelompok yang memiliki anggota banyak sehingga pengaruh yang diberikan juga besar. Sugesti tersebut biasanya diterima tanpa disadari nalar namun hanya kaena merasa bagian dari kelompok tersebut. Contohnya ketika ada tawuran, maka pelajar yang mengikuti tawuran tersebut hanya berdasarkan solidaritas saja.

C. Cara Memberikan Sugesti Untuk Diri Sendiri

Memberikan sugesti untuk diri sendiri dan orang lain bisa memberikan dampak yang baik jika sugesti yang diberikan bersifat positif. Auto sugesti adalah bentuk pengaruh yang sangat sulit dilakukan namun bukan tidak mungkin bisa dilakukan apabila memakai metode yang tepat.

Sebelum mensugesti diri sendiri, maka sebaiknya pastikan tubuh dan pikiran berada dalam kondisi yang rileks. Anda bisa mengatur kondisi lingkungan yang bisa membuat anda rileks seperti tidak ada suara, lampu yang dibuat temaran serta udara yang sejuk. Sesudah merasa tubuh rileks, maka lakukan sugesti pada diri sendiri jika akan ada hal baik mulai dari sekarang dan banyak kata yang bisa memberikan motivasi. Sugesti diri harus diilakukan berulang kali supaya efeknya bisa semakin terasa.

D. Elemen Sugesti

Yang dimaksud dengan elemen sugesti adalah prosedur, teknik dan hal lainnya secara langsung atau tidak berpengaruh ketika membuat sebuah sugesti menjadi efektif. Berikut adalah beberapa elemen dari sugesti:

– Memperoleh Perhatian Subjek

Hipnotis atau hipnoterapos biasanya akan memperoleh perhatian dari klien atau subjek dengan berkata, “Perhatian dengan sungguh sungguh apa yang akan saya katakan, dengarkan kata kata saya atau hanya sekedar kata kata saya.

– Goal

Operator harus memiliki goal atau tujuan yang jelas serta spesifik dalam pikiran. Jika goal yang dibuat semakin sederhana, maka akan semakin baik. Khususnya jika operator memberi sugesti pada subjek dengan tingkat sugestibilitas tidak terlampau tinggi. Tidak dianjurkan bagi operator yang bisa memberikan beberapa hasil sugesti khususnya bagi subjek dengan tingkat sugestibilias rendah atau menengah.

– Keragaman

Biasanya, operator tidak mengerti sugesti apa yang bisa memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Operator nantinya harus kreatif ketika memberikan sugesti yang bervariasi. Dengan begitu, hal yang terjadi sebetulnya merupakan efek compouding dari sugesti berbeda akan tetapi tujuannya sama.

E. Contoh Sugesti

Sebenarnya, ada banyak contoh sugesti dalam kehidupan yang kita jalani sehari hari baik disadari atau tidak. Contoh pertama adalah ketika siswa bolos sekolah karena diajak oleh teman. Tanpa dilihat kembali mafaatnya, ajakan tersebut langsung diterima dan dilakukan.

Contoh sugesti berikutnya adalah yang dilakukan oleh kepala desa pada masyarakatnya dalam bentuk kegiatan gotong royong untuk membangun sarana serta prasarana desa. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kebersihan sekaligus menyadarkan warga pentingnya pola hidup sehat.