Dalam dunia perdagangan yang berhubungan dengan luar negeri pastinya kita sudah sering mendengar istilah ekspor dan impor . Namun pada artikel ini kita akan fokus membahas mengenai ekspor mulai dari pengertiannya, tujuan, manfaat dan juga contoh ekspor.

A. Pengertian Ekspor

Dalam bidang ekonomi dan bisnis, ekspor diartikan suatu kegiatan perdagangan yang dilakukan individu atau kelompok menjual atau mengirimkan barang/jasa dari dalam negeri ke luar negeri dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Ada pendapat lain yang mengatakan ekspor adalah suatu kegiatan ekonomi dimana terjadi penjualan dan pengiriman suatu produk baik berupa barang atau jasa dari dalam negeri ke luar negeri (negara lain) dalam jumlah yang besar.

Pada umumnya kegiatan ekspor dilakukan karena kebutuhan di dalam negeri sudah terpenuhi dan juga karena memang ada permintaan dari negara lain. Proses kegiatan ini harus melalui bea cukai di negara pengirim dan juga negara penerima barang dengan berbagai syarat dan ketentuan tertentu yang mana akan berbeda-beda di setiap negara.

Pengertian Ekspor Menurut Para Ahli

1. Hutabarat (1996:306)

Hutabarat menjelaskan bahwa pengertian ekspor adalah suatu perdagangan dengan cara mengeluarkan barang maupun jasa dari dalam negeri keluar wilayah Indonesia dengan memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku.

2. Roselyn Hutabarat

Menurut Roselyn Hutabarat (1996:306), ekspor dapat diartikan suatu kegiatan perdagangan dengan cara mengeluarkan barang yang ada dari dalam negeri untuk dikirim ke luar negeriw dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.

3. Curry (2001)

Curry juga berpendapat bawah ekspor mempunyai arti suatu barang dan jasa yang dijual ke negara lain untuk ditukarkan menjadi produk atau uang.

4. Amir (2004:1)

Amir mengartikan ekspor sebagai upaya untuk melakukan penjualan suatu komoditas yang dimiliki suatu negara kemudian dikirim kepada bangsa lain atau Negara asing, dengan harapan pembayarannya dalam bentuk valuta asing, serta melakukan komoditi dengan memakai bahasa asing.

B. Tujuan Ekspor

Pada dasarnya kegiatan ekspor didasari karena setiap negara di dunia ini tentu tidak ada yang benar-benar mampu dan mandiri untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya dan tentu saja akan selalu saling membutuhkan satu sama lainnya.

Berikut ini beberapa tujuan dilakukannya ekspor baik oleh individu, perusahaan ataupun negara:

  • Agar bisa memperoleh keuntungan dalam bentuk devisa
  • Bisa mendapatkan pasar dengan harga jual lebih tinggi dari pasar domestik
  • Agar dapat melakukan ekspansi ekonomi untuk membuka pasar di luar negeri
  • Agar bisa mengendalikan harga produk ekspor di luar negeri
  • Agar stabilitas kurs asing terhadap mata uang dalam negeri lebih terjaga kestabilannya.

C. Manfaat Ekspor

Dibawah ini terdapat beberapa manfaat dari ekspor, antara lain:

1. Menambah Devisa Negara

Demi meningkatkan devisa suatu negara kegiatan ekspor sangat perlu dilakukan, karena dengan memperbanyak ekspor tentunya nilai devisa suatu negara tersebut akan semakin besar sehingga kondisi perekonomian dalam negeri lebih stabil dan terjaga.

2. Memperluas Pasar Bagi Produk Lokal

Kegiatan ekspor sangat berperan dalam memasarkan produk-produk lokal dalam negeri untuk bisa dijual ke luar negeri. Semakin besar permintaan produk dalam negeri di luar negeri tentunya akan semakin besar kegiatan produksi yang berlangsung di dalam negeri.  Sehingga perekonomian di dalam negeri juga akan semakin meningkat. Misalnya, Indonesia memproduksi baju batik khas Indonesia yang kemudian laku keras di mancanegara sehingga kegiatan produksi batik di Indonesia akan meningkat sehingga kondisi perekonomian dari produsen batik itu juga akan semakin meningkat.

3. Memperluas Lapangan Kerja

Ketersediaan lapangan kerja sangat penting untuk mengurangi angka pengangguran. Sehingga dengan adanya kegiatan ekspor juga berperan dalam memperluas produk-produk lokal, secara tidak langsung akan meningkatkan lapangan kerja dalam negeri. Karena dengan meningkatnya permintaan barang dar luar negeri tentu saja untuk tenaga kerja dalam produksinya juga dibutuhkan lebih, maka dari itu tentu saja akan banyak melakukan perekrutan karyawan.

Meningkatkan Hubungan Kerjasama Antarnegara

Hubungan antar negara tidak hanya dilakukan dalam bidang politik dan militer saja, akan tetapi dalam bidang perekonomian pun juga harus tetap terjalan, selain agar tidak adanya kendala dalam ekspor atau impor terhadap negara tertentu akan tetapi juga bisa memberikan hubungan yang harmonis antar negara.

D. Macam Jenis Ekspor

Dalam pelaksanaannya ekspor dibagi menjadi dua jenis yaitu berikut penjelasannya bisa dilihat di bawah ini:

1. Ekspor Langsung

Ekspor langsung merupakan salah satu jenis ekspor yang cara menjual suatu produknya (barang atau jasa) dengan bantuan perantara atau eksportir yang  sudah ada di negara tujuan ekspor. Penjualan ini terjadi melalui distributor atau perwakilan penjualan perusahaan atau bahkan individu.

Cara ekspor langsung ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan, kelebihannya adalah proses produksi yang terpusat di negara asal serta adanya kontrol yang baik dalam proses distribusi barangnya. Sedangkan kelemahan ekspor langsung ini adalah biasanya terjadi hambatan perdagangan dari negara tujuan ekspor, sehingga terkadang menimbulkan biaya akomodasi yang lebih jauh besar untuk barang dengan skala besar.

2. Ekspor Tidak Langsung

Ekspor tidak langsung pengertiannya adalah salah satu jenis ekspor yang cara menjual barangnya dengan melalui bantuan perantara/ eksportir di negara asal, yang kemudian dijual oleh perantara tersebut ke luar negeri. Yang melakukan  kegiatan ekspor ini biasanya dilakukan oleh perusahaan manajemen ekspor atau perusahaan pengekspor.

Kelebihan dari jenis ekspor yang satu ini adalah adalah sumber daya produksi terkonsentrasi dan tidak harus menangani sendiri kegiatan ekspor secara langsung sehingga untuk resiko sudah tidak sepenuhnya ditanggung oleh produsen barang. Sedangkan kelemahannya adalah akan kurangnya kontrol dan pengetahuan akan perubahan-perubahan kebijakan di negara lain.

E. Contoh Ekspor

  1. Kelapa Sawit, dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak untuk memasak, bahan bakar, dan minyak industri diekspor ke India, Tiongkok, Pakistan, Bangladesh, Amerika Serikat, Belanda, Spanyol, Italia, Mesir dan Malaysia
  2. Tekstil, termasuk dalam hal pembuatan serat (hulu), penenunan dan pencelupan (menengah), dan pengolahan pakaian jadi (hilir) diekspor ke negara Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Tiongkok, Korea Selatan, Australia, Inggris, Belgia, Uni Emirat Arab
  3. Karet, ekspor yang dilakukan dalam getah karet (lateks), lembaran karet (sheet), bongkahan, karet remah (crump rubber), dan produk turunannya dieskpor ke negara Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, India, Korea Selatan, Brasil, Kanada, Jerman, Belgia, Turki
  4. Kakao, merupakan salah satu produk ekspor andalan Indonesia, adapun produk yang diekspor berupa biji kakao, bubuk kakao, dan produk olahannya diekspor ke negara Amerika Serikat, Malaysia, India, Tiongkok, Filipina
  5. Biji Kopi, berbagai varian kopi asal Indonesia sangatlah banyak dan beberapa di antaranya sudah mendunia, dan biji kopi asal Indonesia juga merupakan produk ekspor yang terkenal di berbagai negara, dan untuk biji kopi ini dieskpor ke negara Amerika Serikat, Jerman, Malaysia, Italia, Jepang, Rusia, Mesir, Inggris, Belgia, Kanada.