Mata pencaharian merupakan aktivitas dasar manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tanpa memiliki mata pencaharian sesuai keahlian dan kemampuan, manusia mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup. Dengan adanya mata pencaharian maka taraf hidup masyarakat yang layak dapat tercapai.

Indonesia sendiri memiliki beragam mata pencaharian para penduduknya. Hal ini ikut dipengaruhi oleh kondisi geografis yang tidak sama. Apalagi antar pulau sudah berbeda akan kondisi dataran, iklim dan cuaca. Berikut ini adalah penjelasan mengapa mata pencaharian penduduk berbeda sesuai lingkungan tempat hidupnya.

Alasan penduduk memiliki mata pencaharian yang berbeda

Hal utama yang dapat dilihat tentang perbedaan mata pencaharian penduduk adalah masyarakat desa dan kota. Tentu saja masyarakat di pedesaan bekerja sesuai dengan lingkungan yang mendukung di desanya seperti bertani, beternak dan kegiatan produktif lainnya. Sedangkan, masyarakat perkotaan bermata pencaharian di kawasan-kawasan industri.

1. Ketersediaan Lahan

Masyarakat desa cenderung masih memiliki lahan yang kosong, iklim yang sehat, serta tanah yang masih subur sehingga kebanyakan penduduk desa bekerja di sektor-sektor pertanian dan perkebunan. Sedangkan masyarakat perkotaan yang memang asli tinggal di kota bekerja di industri karena lahan kosong di perkotaan tergolong sangat minim dan tanah yang kurang subur.

2. Pendapatan

Alasan kedua adalah pendapatan yang maksimal. Tentu saja orang yang bekerja menginginkan pendapatan yang maksimal dari apa yang bisa mereka kerjakan. Untuk itu, masyarakat desa dan kota pasti melakukan pekerjaan apa yang paling menguntungkan di tempat mereka tinggal. Tidak mungkin orang yang tinggal di pegunungan bekerja sebagai nelayan begitu pula sebaliknya.

Sedangkan masyarakat yang tinggal di pesisir akan memiliki pekerjaan yang sesuai kondisi lingkungan baik bekerja sebagai nelayan, pedagang hasil lain atau bekerja di sektor pariwisata apabila lingkungannya mendukung adanya wisata maritim. Oleh karena itu mata pencaharian penduduk tidak bisa sama dan tergantung dari tempat yang mereka tempati.

3. Tinggi rendah dataran

Di sektor pertanian dan perkebunan saja masih ada perbedaan antar dataran dibedakan dari tinggi rendahnya. Petani di dataran rendah dan di daerah dekat pantai biasanya menanam tanaman yang tahan terhadap suhu tinggi seperti padi, jagung, singkong, pisang, dan lain sebagainya. Sedangkan petani di dataran tinggi biasa menanam tanaman yang membutuhkan suhu dingin seperti sayur kol, wortel, strawberry, kentang, kopi, teh dan sejenisnya.

4. Kondisi lahan

Kondisi lahan di setiap dataran berbeda-beda. Lahan pertanian yang biasanya dikelola oleh petani di dataran rendah biasanya basah dan hanya dapat hidup dengan bantuan air tawar yang jumlahnya cukup banyak. Sedangkan pada lahan pertanian di dataran tinggi biasanya bersifat kering, tetapi kaya akan zat hara dan tidak terlalu membutuhkan air.

Pengelolaan lahan juga berbeda antar dataran dimana lahan pertanian yang digunakan oleh petani di dataran rendah biasanya harus dibajak terlebih dahulu. Sedangkan lahan pertanian di dataran tinggi tidak perlu dibajak. Tentu saja hal ini dipengaruhi oleh kontur lahan yang berbeda yang mana lahan pertanian di dataran tinggi berbentuk berundak dan miring.

5. Keahlian

Meski tidak bekerja di sektor produksi, penduduk memiliki mata pencaharian yang berbeda-beda sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Meski hidup di perkotaan, jika tidak memiliki keahlian di bidang produksi biasanya para penduduk akan bekerja di sektor distribusi seperti ojek online, sopir bongkar muat, sopir angkot dan lainnya. Sedangkan untuk memiliki keahlian harus latihan terlebih dahulu.