Orangtua adalah sosok yang memberikan kehidupan bagi kita disaat kita baru lahir ke dunia. Mereka adalah manusia yang senantiasa sabar memberikan kasih sayang, sehingga kita bisa tumbuh hingga sekarang. Tanpa mereka, mungkin kita tidak bisa berdiri seperti sekarang.

Jadi, alasan kenapa kita harus menghormati orang tua sebenarnya bisa dinalar dan dikembalikan ke hati nurani. Tanpa mereka kita tidak akan bisa sekuat dan sebesar sekarang. Lalu, apakah pantas kita tidak menghormati manusia yang membuat kita kuat?

Sebenarnya orang tua dalam hal ini bukan hanya ayah dan ibu. Tetapi semua orang yang berumur diatas kita, maka wajib untuk menghormatinya. Dalam bercakap kita wajib memperhatikan perkataan yang santun agar tidak menyakiti hati orang tua.

Guru juga merupakan orang tua ke dua bagi kita. Tanpa mereka, mungkin kita akan ketinggalan peradaban dan tidak berilmu. Semua guru baik sekolah dan madrasah wajib dihormati dan dimuliakan kedudukannya sehingga mereka merasa dihargai.

Siklus orang tua sebenarnya akan kita alami kelak. Jika perbuatan kita baik kepada orang tua saat ini, kelak kita juga akan dihormati dan dimuliakan oleh anak. Semua itu merupakan balasan atas apa yang kita perbuat saat ini.

Alasan kenapa kita harus menghormati orang tua

Secara garis besar, alasan kenapa wajib menghormati orang tua antara lain sebagai berikut.

1. Kewajiban bagi seorang anak

Setiap anak yang memiliki orang tua setelah baligh dan memiliki akal sehat, telah dibebankan kewajiban untuk memuliakan dan menghormati orang tua. Namun, bagi anak yang belum memiliki akal seperti berumur bayi, batita, dan batita belum memiliki kewajiban ini sebab masih menjadi tanggungan orang tua dalam mendidiknya.

Karena ini merupakan kewajiban, maka apabila tidak dilaksanakan akan ada konsekuensi yang diterima. Misalnya, mendapat hukuman sosial atau dikucilkan tetangga, sebab di masyarakat Indonesia menghormati orang tua merupakan budaya yang telah ada sejak nenek moyang nusantara.

2. Perintah agama

Agama apapun itu, tidak ada yang memperbolehkan menyakiti orang tua. Semuanya mengajarkan untuk memuliakan mereka dan menyayangi sepenuh hati. Bahkan dalam agama islam, salah satu dosa besar adalah durhaka kepada orangtua.

Dalam suatu riwayat, menjawab ‘hush’ ketika orangtua memberi nasihat saja sudah termasuk dosa besar. Karena perkataan ini sangat menyakiti hati orang tua. Oleh karena itu, anak harus segera meminta maaf kepada orangtua.

Riwayat yang cukup mahsyur tentang memuliakan orang tua juga tak luput dari hadist yang menceritakan bahwa nabi Muhammad SAW dikala hidupnya senantiasa memberikan makan nenek tua buta yang padahal nenek ini kaum kafir. Meskipun nenek tua ini sering mencaci nabi Muhammad, beliau tetap menyayanginya dan memberikan makan dengan lembut. Hingga akhirnya nenek tua buta ini masuk islam ketika mendengar bahwa nabi Muhammad lah yang ternyata selama ini memberinya makan, tetapi nenek tua itu mengetahui ketika rasul sudah wafat.

3. Mengharap ridha Allah

Seringkali dijelaskan bahwa ridha Allah adalah ridha orangtua, murka Allah adalah murka orangtua. Jadi, ketika menentukan setiap langkah kehidupan, seorang anak sebaiknya meminta izin dan doa dari orangtua. Doa orang tua pasti tulus untuk kesuksesan dan kelancaran anaknya.

Kisah-kisah sukses seseorang biasanya tidak luput dari izin dan doa restu orangtua. Mereka senantiasa mematuhi perkataan dan nasehat dari orangtua, serta tidak membantahnya. Namun, bagaimana jika orangtua melakukan kesalahan? Tentu, sebagai anak harus mengingatkan dengan cara-cara yang santun dan sopan ya, jangan sampai keluar perkataan-perkataan yang menyakiti hati mereka.