Dalam teknik pernapasan dikenal dua cara yakni pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut merupakan bagian dari sistem pernapasan manusia yang bekerja dengan proses yang rumit tetapi kita tidak menyadarinya. Mulai dari ketika kalian menghirup oksigen, kemudian oksigen masuk ke paru-paru dan seluruh tubuh sehingga manusia masih terus bisa bekerja dan hidup.

Dalam paru-paru terjadi pertukaran oksigen dengan karbon dioksida yang diambil dari darah yang berbedar. Pertukaran inilah yang kemudian menghasilkan dari proses pernapasan kita menjadi CO2 atau karbondioksida. Karbondioksida dikeluarkan dari tubuh setelah kita menghela nafas.

Perbedaan pernapasan dada dan pernapasan perut

Sejak lahir, manusia telah bernapas dengan menggunakan otot diarfragma atau dikenal juga dengan pernapasan perut. Umumnya, pernapasan inilah yang membuat kita merasa lega dan terasa segar setelah melakukan hirupan nafas. Umunya, pernapasan perut ini dilakukan dengan nafas panjang sehingga sering dilakukan ketika olahraga. Sedangkan pernapasan dada sangat sering dilakukan karena manusia tidak perlu memikirkan bagaimana melakukan pernapasan, tetapi proses yang terjadi cenderung cepat dan dangkal.

Berikut ini adalah beberapa perbedaan pernapasan dada dan perut apabila dilihat dari berbagai sisi termasuk organ yang terlibat, mekanisme, teknik pernapasan, hingga efek pada tubuh.

1. Organ

Pada organ yang terlibat pada teknik pernapasan dada dan perut terdapat perbedaan. Organ yang terlibat baik dalam proses memasukkan udara ke dalam tubuh atau inspirasi dan proses pengeluaran udara dari tubuh atau ekspirasi pada kedua teknik ini berbeda.

Organ yang digunakan pada pernapasan dada ini dilakukan dengan melibatkan otot antar tulang rusuk. Sehingga ketika melakukan pernapasan dada tubuh tidak ada gerak yang terlihat. Sedangkan pada pernapasan perut, organ yang bekerja adalah diafragma atau bagian yang membatasi rongga perut dan rongga dada.

2. Mekanisme

Selain organ yang terlibat, perbedaan selanjutnya adalah mekanisme dari kedua teknik pernapasan tersebut. Pada pernapasan dada, mekanismenya terjadi seperti berikut ini.

Proses inspirasi, proses ini adalah memasukkan udara ke dalam tubuh. Otot-otot antar tulang rusuk atau disebut sebagai otot interkostalis eksternal mengalami kontraksi. Sedangkan otot interkostalis internal melakukan relaksasi. Akibatnya, rongga dada akan membesar dan tekanan dalam rongga dada menjad lebih kecil dari tekanan luar. Hal inilah yang membuat udara luar yang mengandung oksigen bisa masuk.

Proses ekspirasi, proses ini merupakan kebalikan dari proses inspirasi dimana otot antartulang rusuk eksternal mengalami relaksasi, sedangkan otot interkostalis internal mengalami kontraksi. Karena hal inilah, tulang rusuk dan rongga dada menjadi kecil volumenya. Kemudian, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar dari tekanan luar, sehingga udara dari dalam rongga dada pun keluar dalam bentuk karbondioksida karena telah mengalami pertukaran dalam paru-paru.

Pada pernapasan perut mekanismenya berbeda dengan pernapasan dada tetapi secara garis besar prosesnya sama yakni inspirasi dan ekspirasi. Berikut ini adalah mekanisme dari pernapasan perut.

Proses inspirasi pernapasan perut, pada proses ini diafragma mengalami kontraksi sehingga menjadi datar. Karena hal ini, rongga dada menjadi besar secara volume dan udara dari luar membanjiri rongga dada dengan jumlah yang banyak. Biasanya proses ini membuat tubuh bagian atas terangkat.

Proses ekspirasi pernapasan perut, diafragma mengalami relaksasi sehingga kembali mengembang dan membuat rongga dada mengecil, sehingga udara dari hasil pernapasan keluar dari tubuh.

3. Teknik pernapasan

Perbedaan selanjutnya terletak pada teknik yang dilakukan. Jika pada pernapasan dada kalian harus menghirup udara melalui hidung, tahan pada dada dengan posisi membusung atau sedikit membungkuk dan perut dikempiskan. Kemudian lepaskan secara perlahan. Sedangkan pada pernapasan perut kalian tidak boleh membusungkan atau menahan perut.