Tata surya kita terdiri dari delapan planet, mulai dari yang terdekat dengan matahari Merkurius, hingga terjauh dari matahari yakni Neptunus. Meski masih dalam satu kesatuan sistem tata surya, planet-planet yang ada biasanya dibagi oleh para astronom menjadi dua kelompok yakni planet dalam dan planet luar.

Ciri utama dari planet dalam atau yang lebih dekat ke matahari berukukuran lebih kecil serta berbatu. Sedangkan planet luar yang lebih jauh ke matahari memiliki ukuran yang lebih besar hingga beberapa kali lipat dan sebagian besar terdiri dari gas dan es.

Planet yang termasuk ke dalam planet dalam adalah planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars. Planet dalam yang sering menjadi kajian NASA adalah planet Mars yang memiliki orbit lebih jauh dari orbit Bumi ke matahari, sehingga suhu permukaannya menyerupai di Bumi, tapi juga lebih dingin. Sedangkan planet luar adalah Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Empat planet luar ini memiliki ukuran yang lebih besar dari planet dalam. Sedangkan, planet terbesar dipegang oleh Jupiter.

Perbedaan planet dalam dan planet luar

Hal yang membatasi antara planet dalam dan planet luar adalah sabuk asteroid. Dikatakan sebagai sabuk, karena orbit dari kumpulan asteroid ini membentuk lingkaran. Meski tidak ada planet yang benar-benar sama satu sama lain, masing-masing planet memiliki beberapa ciri yang sama baik planet dalam dan planet luar.

1. Planet dalam

Planet dalam memiliki ukuran yang kecil dibanding dengan planet luar. Dengan ukuran diameter 12.756 kilometer, Bumi menjadi planet terbesar diantara planet dalam lainnya. Sedangkan planet dalam yang memiliki ukuran terkecil adalah planet Merkurius dengan diameter yang hanya 4.878 kilometer.

Selain ukuran yang lebih kecil, planet dalam juga memiliki permukaan yang padat dan atmosfer yang tipis. Bahkan beberapa planet dalam hampir tidak memiliki atmosfer sama sekali. Sebenarnya, atmosfer yang tipis ini berfungsi untuk mempertahankan kehidupan makhluk yang ada di dalam planet tersebut. Namun, selain Bumi belum pernah ditemukan makhluk hidup di planet dalam.

Kepadatan materi pembentuk planet dalam dinilai sangat padat dan solid. Hal inilah yang membuat ukurannya kecil. Meski kecil, planet dalam lebih keras, padat dan tahan apabila berbenturan dengan benda langit seperti meteor.

Keberadaan planet dalam telah diketahui sejak ribuan tahun yang lalu. Zaman dulu mereka gunakan keberadaan planet dalam sebagai petunjuk arah selain bintang. Pada awalnya, para astronom dulu belum tahu bahwa obyek di langit termasuk Bumi adalah sebuah planet.

Memiliki putaran yang perlahan adalah ciri dari planet dalam dibandingkan planet luar. Di planet dalam, Bumi menjadi planet yang memiliki putaran paling cepat yakni hanya membutuhkan waktu 23 jam 56 menit ketika berotasi. Sedangkan Venus menjadi planet dengan rotasi terlama yakni setara dengan 243 hari.

2. Planet luar

Planet luar memiliki ukuran yang lebih besar dari planet dalam. Jupiter menjadi planet luar terbesar sekaligus terbesar di Tata Surya dengan diameter 142.984 kilometer, sedangkan Neptunus menjadi planet luar terkecil dengan diameter 49.532 km.

Sebagian besar dari planet luar terdiri dari materi gas sehingga mustahil kemungkinan adanya makhluk hidup di sana. Namun, tidak menutup kemungkinan, planet luar memiliki inti yang padat atau cair namun dengan kadar yang sedikit. Karena terbuat dari gas, kepadatan planet planet luar ini sangat kecil sehingga memiliki massa yang lebih ringan dibanding dengan ukuran yang nampak.

Berotasi cepat adalah ciri planet luar selanjutnya. Planet luar yang memiliki putaran paling lambat adalah Uranus yang membutuhkan waktu 17 jam 14 menit. Sedangkan Jupiter hanya membutuhkan waktu 9 jam 55 menit untuk melakukan satu putaran pada porosnya.