Mengembun adalah peristiwa perubahan zat yang beruwujud gas menjadi cair. Sedangkan menyublim adalah peristiwa perubahan zat dari zat padat menjadi zat gas. Kedua peristiwa ini memiliki perbedaan baik pada prosesnya, zat yang berubah hingga wujud akhir dari perubahan zat tersebut. Selanjutnya akan dijelaskan mengenai kedua peristiwa ini.

Apa itu peristiwa mengembun?

Ketika gas mengembun, gas ini melepaskan kalor atau bisa disebut panas yang hilang dan mengalami penurunan suhu. Hal ini lah menyebabkan munculnya cairan disekitar ruangan yang suhunya turun drastis. Biasanya kita bisa melihat peristiwa mengembun ketika pagi hari diatas daun atau pada benda-benda disekitar lingkungan dingin.

Meskipun malam hari tidak terjadi hujan, di pagi hari kamu akan menjumpai adanya tetesan air pada benda atau umumnya pada tanaman. Selain itu, karena peristiwa mengembun ini tempat atau ruangan terasa lebih lembap sehingga untuk menghilangkannya harus diberikan sirkulasi udara agar ada perubahan suhu ruangan menjadi lebih hangat.

Sebenarnya, peristiwa mengembun ini disebabkan oleh adanya sentuhan uap air dalam udara dengan benda-benda seperti permukaan daun. Jikapun tidak ada benda-benda yang menahan uap ini, mereka akan terlepas ke udara dan tidak bisa dilihat hasil yang berupa embun.

Pada peristiwa mengembun, zat yang berupa gas akan melepaskan kalor. Dari penjelasan ini, maka kalor yang terlepas dari udara akan membuat suhu di sekitar rendah. Ketika melepaskan kalor, uap air di udara akan ikut terlepas dan menempel pada benda-benda disekitar. Ketika suhu kembali naik, air atau embun yang menempel pada benda akan kembali berubah menjadi uap atau gas yang umumnya kita sebut sebagai peristiwa menguap.

Apa itu menyublim?

Berbeda dengan mengembun, menyublim adalah peristiwa perubahan zat dari padat menjadi gas. Peristiwa ini dapat dicontohkan umumnya kita lihat pada hilangnya kapur barus yang ditaruh di lemari. Peristiwa menyublim ini terjadi karena zat menyerap energi dengan sangat cepat atau zat memiliki fasa stabil sebagai sebuah gas.

Beberapa jenis zat volatil organik yang dapat dengan mudah menjadi gas yakni dari fasa cair. Dimana fasa cair ini dapat ditemukan umumnya pada kapur barus yang berasal dari zat organik C10H160. Selain kapur barus ada juga contoh lain yakni sebagai berikut.

Es kering, merupakan gas CO2 yang dijadikan beku sehingga berubah menjadi bongkahan es. Pada suhu ruangan, es kering atau CO2 padat ini akan menguap dan berubah menjadi gas C02. Umumnya, kita melihat adanya peristiwa menyublim dari Es kering adalah pada konser pertunjukan panggung yang terlihat seperti asap, padahal itu adalah es kering yang berubah menjadi gas.

Pewangi ruangan, memiliki wangian bervariasi dan bentuknya padat lama kelamaan akan habis. Biasanya pewangi ruangan ini diletakkan di dekat ventilasi seperti toilet atau kamar. Jenis wangian ini cukup familiar dan efektif dalam menghilangkan bau tidak enak. Kenapa bisa hilang, karena pewangi ruangan yang berbentuk padatan ini mengalami peristiwa menyublim dan menguap jadi gas wangi.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peristiwa mengembun dan menyublim memiliki perbedaan mendasar yakni pada jenis zat yang berubah serta proses yang terjadi. Pada perisitwa mengembun, zat melepaskan kalor, sedangkan pada peristiwa menyublim zat membutuhkan kalor. Serta perbedaan lain dapat dilihat dari hasil zat yang terbentuk setelah melalui proses baik mengembun atau menyublim.