Beriman kepada malaikat Allah merupakan rukun iman yang kedua. Iman kepada malaikat berarti mempercayai bahwa Allah telah menciptakan makhluk yang bernama malaikat dan tidak memiliki syahwat serta selalu taat kepada perintah Allah SWT.

Allah telah berfirman dalam Q.S. An-Nisa`:136 bahwa barangsiapa yang kafir (ingkar) kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah tersesat sejauh-jauhnya. Jadi, seseorang yang tidak percaya adanya malaikat maka orang tiu telah kafir dan keluar dari islam.

Batas Minimal Iman kepada Malaikat

Syaikh shalih bin `Abdul `Aziz Alu Syaikh hafidzahullah mengatakan bahwasannya batas minimal iman kepada malaikat adalah percaya Allah telah menciptakan makhluk yang bernama malaikat. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang senantiasa taat kepada-Nya.

Mereka adalah makhluk yang diatur sehingga tidak berhak untuk disembah dan diantara mereka ada malaikat yang ditugasi untuk menyampaikan wahyu para nabi.

Keimanan seseorang terhadap malaikat akan terus bertambah seiring dengan pengetahuan atau ilmu yang bertambah. Maksudnya, setiap kali seseorang bertambah ilmu tentang malaikat, wajib baginya untuk mengimaninya.

Dalam QS. At-Taubah: 124 Allah berfirman yang artinya Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan turunnya surat ini?’ Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya dan mereka merasa gembira.

Hakikat Malaikat

Untuk dapat mengimani adanya malaikat Allah, diperlukan pengetahuan dan ilmu mengenai keberadaan malaikat serta penciptaannya. Syaikh Dr. Muhammad bin ‘Abdul Wahhab al-’Aqiil mengatakan bahwa dalil dari al-Qur’an, as-Sunnah, dan ijma’ kaum muslimin tentang malaikat menunjukkan beberapa hal penting sebagai berikut.

1. Malaikat merupakan salah satu makhluk di antara makhluk lain sebagai ciptaan dari Allah SWT, Tuhan seluruh alam.

2. Allah menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya dan mentaati seluruh perintah Allah sebagaimana seperti jin dan manusia yang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya semata.

3. Malaikat adalah makhluk yang hidup, berakal dan dapat berbicara tetapi tidak memiliki syahwat dan jenis kelamin.

4. Malaikat hidup di alam yang berbeda dengan alam jin dan alam manusia. Malaikat hidup di alam yang suci dan mulia yang Allah pilihkan sebagai tempat di dunia karena kedekatannya dan untuk melaksanakan perintah-Nya, baik perintah yang bersifat kaunniyah, maupun syar’iyyah.

Sifat fisik Malaikat

Sama seperti makhluk ciptaan Allah lainnya, malaikat memiliki sifat fisik tetapi berbeda dengan manusia dan jin. Berikut ini adalah gambaran sifat fisik malaikat yang dijelaskan dalam Al-Qur’an.

1. Fisik yang sangat kuat

Dalam QS. Tahrim: 6 dijelaskan bahwa penjaga neraka adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak pernah mendurhakai Allah dan selalu mengerjakan perintah-Nya. Panas api neraka yang dapat melelehkan besi dan batu tidak membahayakan malaikat sama sekali. Ada pula sebuah riwayat hadist sahih bukhari dan muslim bahwasannya malaikat gunung menawarkan rasulullah untuk menabrakkan dua gunung kepada sebuah kaum yang melawan nabi, tetapi nabi menolak tawaran tersebut.

2. Mempunyai sayap

Dalam QS. Fathiir: 1 dijelaskan bahwa Allah menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan-Nya yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

3. Malaikat tidak makan dan minum

Dalam QS. Huud: 69 dijelaskan bahwa suatu ketika malaikat diutus untuk datang kepada nabi Ibrahim dan mengucapkan selamat. Nabi Ibrahim menjawab selamatlah dan menyuguhkan daging anak sapi panggang. Ketika itu, malaikat (dalam rupa manusia) tidak menjamah makanan dan Ibrahim memandang aneh serta takut. Lalu, mereka berkata bahwa mereka adalah malaikat-malaikat Allah yang diutus kepada kaum Luth.

Manfaat Iman kepada Malaikat

Dengan mengimani malaikat Allah, berarti telah mengetahui salah satu keagungan Allah SWT yang telah menciptakan makhluk-makhluk yang mulia. Kecintaan kepada malaikat juga akan mendorong semangat beramal saleh dan meninggalkan kejahatan karena diantara malaikat ada yang bertugas mencatat amal saleh dan buruk.