Setiap menit, manusia melakukan pernapasan rata-rata hingga 18 kali. Meskipun tanpa sadar, proses pernapasan pada manusia terjadi secara otomatis oleh organ-organ pernapasan. Meskipun terlihat mudah dan sederhana, proses pernapasan ternyata tidak sesederhana itu. Ada beberapa proses yang cukup panjang dan terjadi pada setiap organ pernapasan.

Organ Pernapasan Manusia berserta fungsinya

Secara umum, organ pernapasan pada manusia terdiri dari hidung, rongga hidung, tenggorokan, pangkal tenggorokan, trakea, bronkus, dan paru-paru. Setiap organ memiliki fungsinya masing-masing. Berikut ini adalah penjelasan mengenai organ penyusun sistem pernapasan manusia beserta fungsinya.

1. Hidung dan Rongga Hidung

Hidung merupakan organ luar pernapasan yang langsung bersentuhan dengan udara atau oksigen. Fungsi dari hidung adalah sebagai penghirup oksigen (O2) dan sebagai jalan keluarnya gas sisa pernapasan atau karbondioksida. Meskipun terkadang jalur keluar karbondioksida dapat keluar melalui mulut.

Organ hidung terletak pada tulang tengkorak dan tersusun dari tulang rawan, otot, dan kulit. Dalam hidung, terdapat rongga hidung yang berperan dalam proses masuknya udara ke dalam tubuh. Rongga hidung berperan dalam melembabkan, menghangatkan, dan menyaring udara ketika masuk ke tubuh. Dalam rongga hidung juga terdapat bulu dan lendir yang berfungsi untuk menangkap debu, jamur, dan zat asing udara.

2. Tenggorokan

Organ pernapasan manusia selanjutnya adalah tenggorokan atau disebut juga sebagai faring. Faring merupakan organ penyalur setelah udara dihirup melalui hidung. Selanjutnya udara akan diteruskan ke pangkal tenggorokan atau laring, trakea, bronkus, hingga paru-paru.

3. Pangkal tenggorokan atau laring

Organ yang menjadi penghubung antara faring dan trakea kadang juga dikenal sebagai kotak suara. Pada bagian ini terdapat pula pita suara dan katup epiglottis. Organ inilah yang memisahkan saluran makanan dengan saluran udara. Sedangkan ketika terdapat makanan salah masuk ke saluran pernapasan, otot-otot organ pernapasan akan bereaksi hingga menimbulkan batuk.

4. Trakea

Trakea memiliki bentuk seperti pipa atau bulat sempurna karena tersusun dari tulang rawan dan terdapat di depan kerongkongan. Organ ini menjadi penghubung antara pangkal tenggorokan dengan bronkus, serta menjadi jalan udara dari leher ke bagian dada. Fungsi utama dari trakea adalah sebagai jalur udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru.

5. Bronkus

Bronkus merupakan organ percabangan dari trankea. Organ tersebut memiliki dua percabangan menuju paru-paru kanan dan kiri. Setelah melewati bronkus, percabangan akan diteruskan oleh bronkiolus. Selanjutnya, udara akan berakhir pada alveolus atau gelembung udara. Bronkus dan bronkiolus sama-sama berfungsi sebagai penghubung atau jalur udara dari trankea menuju paru-paru, dan sebaliknya.

6. Paru-paru

Paru-paru adalah organ paling penting dalam proses pernapasan. Tanpa organ ini, manusia tidak bisa bertahan hidup. Organ ini dibungkus oleh lapisan yang disebut sebagai pleura. Letaknya terdapat pada rongga dada di atas diafragma. Apabila diamati, bentuknya mirip seperti spons dan terdiri dari dua bagian, yakni paru-paru kiri dan kanan. Pada paru-paru sebelah kiri terdapat dua segmen dan paru-paru kanan terdiri dari tiga segmen.

Setiap organ pernapasan pada manusia memiliki fungsi yang penting. Apabila salah satu organ pernapasan mengalami masalah, maka organ lain akan ikut terganggu. Contohnya adalah penyakit bronkitis yang membuat penderitanya batuk dan mengalami gangguan pernapasan. Begitupun pada gangguan hidung seperti pilek yang membuat penderitanya sulit menghirup udara sehingga akan mengganggu pada proses pernapasan.