Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk kesatuan. Sehingga antar wilayah, antar pulau bebas untuk melakukan aktivitas ekonomi, sosial, politik maupun budaya tanpa adanya persyaratan birokrasi. Salah satu aktivitas yang bebas dilakukan adalah perdagangan antar pulau. Lalu, kenapa harus ada aktivitas perdagangan antar pulau? Serta apa manfaatnya?

Perlu dipahami, bahwa setiap wilayah, bahkan negara tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bantuan daerah atau negara lain. Antar wilayah saling membutuhkan, sama halnya manusia sebagai makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri. Berikut ini adalah manfaat dari perdagangan antar pulau yang umumnya dilakukan dalam satu negara atau bahkan antar pulau di negara luar.

Manfaat perdagangan antar pulau

Setiap pulau di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda, iklim yang beda, serta kandungan alam yang berbeda pula. Untuk memenuhi kebutuhan manusia yang kompleks, diperlukan pemenuhan dari sumber lain tak terkecuali daerah atau pulau lainnya. Misalnya, di Jawa kaya akan lahan pertanian seperti padi, sedangkan di Sumatera kaya akan rempah dan kopi. Agar rakyat Sumatera bisa memenuhi kebutuhan beras dan rakyat Jawa bisa menikmati kopi, maka diperlukan aktivitas perdagangan antar pulau.

1. Memperluas pasar

Ketika pasar dari suatu produk semakin luas, kemungkinan permintaan akan produk tersebut meningkat. Dengan meningkatnya permintaan maka pasar menjadi lebih luas dan produk dikenal oleh masyarakat banyak. Dalam hal ini, perdagangan antar pulau akan memberikan kesempatan bagi produk lokal atau daerah untuk dikenal daerah lain. Namun, perlu diingat bahwa faktor jarak menjadi penentu harga dari produk tersebut.

2. Mendapat keuntungan maksimal

Ketika produk lokal mampu surplus dan kebutuhan lokal telah terpenuhi, maka agar harga lokal tidak anjlok, dapat dijual ke daerah lain melalui aktivitas perdagangan. Sehingga dengan hal ini keuntungan produsen dapat dimaksimalkan mengingat kebutuhan lokal telah terpenuhi.

3. Memenuhi kebutuhan daerah

Setiap pulau atau daerah memiliki kekayaan alam yang berbeda-beda. Ada yang memiliki kekayaan mineral seperti nikel, timah, perak dan emas. Sedangkan daerah lain hanya memiliki kekayaan berupa hutan lebat, sawit dan pertanian. Agar kedua hasil alam ini dapat dinikmati oleh seluruh penduduk pulau yang berbeda, maka dilakukanlah perdagangan antar pulau.

4. Menciptakan lapangan kerja baru

Dengan adanya produksi dan distribusi, maka akan terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat. Misalnya, hasil tambang yang dibawa ke Jawa membutuhkan transportasi pengangkut. Oleh karena itu akan membuka peluang pekerjaan seperti sopir, bengkel, dan lapangan pekerjaan lain. Selain itu disisi produksi, apabila terjadi peningkatan produksi maka pabrik membutuhkan lebih banyak karyawan.

5. Merangsang pertumbuhan ekonomi

Secara garis besar, pertumbuhan ekonomi suatu negara didasarkan pada pertumbuhan antar daerah. Jika daerah-daerah pertumbuhan ekonominya naik dan merata, maka akan mengangkat perekonomian negara itu sendiri. Oleh karena itu, manfaat dari perdagangan antar pulau akan merambat berskala nasional. Selain pertumbuhan ekonomi secara nasional, perdagangan antar pulau dan daerah akan membangun pada aspek lain seperti sosial, budaya dan politik sehingga lebih mengenal satu sama lain.

Perdagangan antar pulau perlu dilakukan karena adanya perbedaan faktor-faktor produksi seperti SDA dan SDM. Mungkin, di Sulawesi kaya akan nikel namun minim SDM yang mampu mengolahnya. Sehingga diperlukan SDM dari daerah lain untuk mengelolanya. Begitupun SDA di Kalimantan perlu dimanfaatkan untuk kemakmuran masyarakat baik lokal dan nasional.