Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Posted on

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Bagaimana tidak, kita tidak bisa berdiri sendiri dan hidup tanpa ada bantuan orang lain, bukan? Jadi, kita akan melakukan interaksi sosial ini hampir di setiap hari. Interaksi sosial sendiri bisa di definisikan sebagai sebuah hubungan timbal balik yang terjadi antara satu individu dengan individu lainnya atau antara kelompok sosial. Interaksi sosial ini akan menghasilkan proses aksi dan reaksi sebagai respond terhadap aksi tersebut.

Jadi, ketika kita akan membahas masalah bentuk-bentuk interaksi sosial, maka akan menghasilkan dua pembahasan utama. Yakni bentuk interaksi sosial disasosiatif dan asosiatif. Dimana dua jenis dari bentuk interaksi sosial ini sangat bertentangan sifatnya.

1. Interaksi Sosial Asosiatif

Bentuk intreaksi sosial yang pertama yang akan kita bahas adalah Asosiatif. Ini merupakan bentuk interaksi sosial yang menghasilkan sebuah persatuan atau persekutuan. Interaksi sosial ini juga dipecah lagi menjadi beberapa jenis, yakni:

a). Kerja Sama

Pastinya kita semua sudah mengetahui apa yang dinamakan dengan sebuah hubungan kerja sama. Ini adalah interaksi sosial yang membutuhkan dua atau lebih orang-orang yang melakukan pekerjaan secara bersamaan. Kelompok orang-orang ini akan melakukan pekerjaan dengan membagi tugas untuk masing-masing anggota. Sehingga, pekerjaan tersebut akan terasa lebih mudah dan lebih ringan untuk dikerjakan.

Biasanya, jiwa kerja sama akan lebih kental ditemukan di daerah pedesaan ketimbang di daerah kota. Karena ada banyak sekali pekerjaan di desa yang dilakukan secara kerja sama atau menggunakan sistem gotong royong. Misalnya saja kegiatan rutin membersihkan dan memperbaiki jalan maupun lingkungan disekitar tempat tinggal.

Biasanya, masyarakat di pedesaan sering menamakan bentuk kerja sama ini sebagai undangan kerja bakti. Dimana setiap warga diharapkan bisa berpartisipasi dalam melakukan kegiatan gotong royong tersebut. Hal ini bisa digunakan untuk kepentingan umum atau bahkan kepentingan pribadi seperti menolong acara hajatan.

b). Akomodasi

Ini merupakan istilah yang digunakan untuk usaha dalam memberikan solusi atau jalan keluar terbaik jika terjadi sebuah pertikaian. Upaya akomodasi ini akan dilakukan oleh setiap kelompok yang mengalami pertikaian dan saling berusaha mengajukan jalan keluar paling baik untuk setiap pihak. Sehingga ditemukan titik terang yang paling baik.

c). Akulturasi

Akulturasi ini adalah sebuah proses adaptasi dari sebuah kebudayaan dimana kebudayaan ini nantinya menerima unsur-unsur kebudayaan lainnya. Namun, penerimaan unsur kebudayaan lain ini nantinya tidak merubah ciri khas masing-masing kebudayaan tersebut. Misalnya saja sebuah bangunan sejarah yang mencerminkan dua kebudayaan berbeda yang dikemas dalam sebuah bangunan utuh.

2. Interaksi Sosial Disasosiatif

Berbeda dari bentuk interaksi sosial sebelumnya, ini adalah jenis interaksi atau hubungan yang bisa menghasilkan sebuah perpecahan. Terdengar tidak baik? Ya, karena setiap hubungan atau interaksi akan berdampak positif dan juga negatif. Berikut pembagian dari interaksi sosial disasosiatif, yaitu:

a). Persaingan

Sudah sangat jelas dimana sebuah persaingan bisa menghasilkan dampak perpecahan. Persaingan sendiri merupakan sebuah usaha yang dilakukan agar bisa memenangkan sesuatu dan mengalahkan pesaing lainnya. persaingan ini sendiri terbagi menjadi dua bentuk, yaitu:

  • Persaingan sehat
  • Persaingan tidak sehat

Dimana persaingan sehat merupakan usaha yang dilakukan dengan ketentuan dan batas kewajaran. Misalnya saja jika anda bersaing usaha dengan pesaing lainnya yang membuka usaha yang sama. Anda akan berusaha memenangkan persaiangan tersebut dengan memperbaiki kualitas produk atau jasa yang anda tawarkan. Sedangkan persainagan tidak sehat akan melakukan semua cara agar bisa menjadi sang pemenang. Misalnya saja dengan menjatuhkan lawan mereka dengan cara memfitnah atau menyebar berita hoax.

b). Kontroversi

Kontroversi ini adalah bentuk tindak lanjut dari sebiah konflik yang terjadi akibat adanya persaingan. Sehingga memicu rasa kebencian dan rasa tidak suka terhadap pesaing mereka.

c). Konflik

Konflik ini sendiri bisa terjadi akibat kesalahan dari sisi keyakinan yang berbeda. Biasanya, orang-orang yang terlibat dalam sebuah konflik akan berusaha menjatuhkan satu sama lain sehingga mereka akan terus menyerang dan saling menjatuhkan.

Demikianlah penjelasan mengenai dua bentuk interaksi sosial yang selalu ada mewarnai di dalam kehidupan kita.