Rhenium | Renium (Re) : Unsur Kimia, Sifat dan Kegunaan

0
275
Rhenium | Renium (Re) : Unsur Kimia, Sifat dan Kegunaan

Penjelasan Rhenium | Renium (Re) : Unsur Kimia, Sifat dan Kegunaan

Sejarah Rhenium

Penemuan renium disebutkan terkait dengan Noddack, Tacke dan Berg, yang mengumumkan pada tahun 1925 mereka telah mendeteksi unsur dalam bijih platinum dan kolumbit. Mereka juga menemukan unsur yang sama dalam gadolinit dan molibdenit. Dengan mengerjakan 660 kg molibdenit pada tahun 1928, mereka mampu memisahkan renium sebanyak 1 gram.

Keterangan Unsur Rhenium

  • Simbol: Re
  • Radius Atom: 1.37 Å
  • Volume Atom: 8.85 cm3/mol
  • Massa Atom: 186.207
  • Titik Didih: 5870 K
  • Radius Kovalensi: 1.28 Å
  • Struktur Kristal: Heksagonal
  • Massa Jenis: 21 g/cm3
  • Konduktivitas Listrik: 5.8 x 106 ohm-1cm-1
  • Elektronegativitas: 1.9
  • Konfigurasi Elektron: [Xe]4f14 5d5 6s2
  • Formasi Entalpi: 33.05 kJ/mol
  • Konduktivitas Panas: 47.9 Wm-1K-1
  • Potensial Ionisasi: 7.88 V
  • Titik Lebur: 3455 K
  • Bilangan Oksidasi: 7,6,4,2,-1
  • Kapasitas Panas: 0.317 Jg-1K-1
  • Entalpi Penguapan: 707.1 kJ/mol

Sumber Rhenium

Renium tidak terdapat di alam atau sebagai senyawa dalam mineral teertentu. Meski demikian, renium tersebar di kerak bumi dengan jumlah 0.001 ppm. Renium yang dihasilkan secara komersial di Amerika Serikat saat ini didapat dari debu cerobong pemanggangan molibden dalam penambangan bijih tembaga-sulfida di sekitar Miami, Arizona, dan di Utah.

Sejumlah molibden mengandung renium sebanyak 0.002% hingga 0.2%. Lebih dari 150000 ons troy renium sekarang dihasilkan per tahun di Amerika Serikat. Bahkan perusahaan Free World memproduksi logam renium hingga 3500 ton. Logam renium didapatkan dengan mereduksi ammonium perrhentat dengan hidrogen ada suhu tinggi.

Isotop Rhenium

Renium di alam adalah campuran dari 2 isotop stabil. Ada 26 isotop lainnya yang tidak stabil.

Sifat Sifat Rhenium

Berwarna putih keperakan dengan kilau logam. Kerapatannya sama dengan kerapatan yang hanya dimiliki oleh platinum, iridium dan osmium; titik cairnya sama dengan titik cair yang hanya dimiliki tungsten dan karbon.

Bentuk renium yang biasa ditemukan adalah bubuk, tapi dapat pula dipadatkan dengan penekanan dan resistance-sintering (proses metalurgi bubuk dengan menggunakan perlakuan suhu tinggi yang bersifat karakteristik) dalam udara vakum atau hidrogen. Proses ini menghasilkan bentuk padat dan kompak dan meningkatkan kerapatan logam hingga 90%.

Renium yang dipanaskan lalu didingkan mendadak, sangat mudah ditempa, dapat diikat, digulung dan dibentuk menjadi gulungan kawat. Renium ditambahkan sebagai zat tambahan pada alloy berdasar tungsten dan molibden untuk menambah sifat-sifat penting tertentu.

Kegunaan Rhenium

Digunakan secara luas sebagai filamen dalam spektrograf massa dan gauge ion. Alloy renium-molibdenum bersifat superkonduktif pada suhu 10 K.

Renium juga digunakan seagai bahan kontak listrik karena tahan lama dan tahan terhadap korosi akibat percikan api. Termokopel yang terbuat dari renium-tungsten digunakan untuk mengukur suhu hingga 2200oC, dan kawat renium digunakan dalam lampu kilat fotografi.

Katalis renium sangat tahan terhadap serangan nitrogen, sulfur dan fosfor. Renium juga digunakan untuk proses hidrogenasi senyawa kimia tertentu.

Bahaya Rhenium

Sangat sedikit informasi yang didapatkan mengenai toksisitas renium. Meski demikian, tetap diperlukan penanganan hati-hati hingga tersedia data terbaru.