Pemanasan global atau global warming adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh umat manusia. Hal ini menyebabkan berbagai ketidakstabilan iklim dan dapat mengganggu keberlangsungan makhluk hidup baik manusia, hewan, dan tumbuhan. Jika pemanasan global tidak segera ditanggulangi dan sampai parah, dapat menyebabkan kepunahan spesies.

Pemanasan global dapat menyebabkan kepunahan spesies

Pemanasan global adalah proses naiknya suhu rata-rata atmosfer. Hal ini akan mempengaruhi kondisi permukaan bumi seperti laut dan daratan. Sebagai informasi, suhu rata-rata permukaan bumi naik sampai 0,18 derajat celcius selama satu abad terakhir. Peningkatan ini terjadi karena penambahan aktivitas manusia seperti pendirian kawasan industri, pabrik, kendaraan bermotor, dan aktivitas lain yang menghasilkan gas emisi.

IPCC atau lembaga internasional yang mengamati, meneliti, dan membahas mengenai perubahan iklim menjelaskan bahwa pada umumnya peningkatan suhu rata-rata global dimulai pada pertengahan abad dua puluh. Menurut lembaga tersebut peningkatan suhu terjadi akibat peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca karena aktivitas manusia, sehingga menyebabkan efek rumah kaca.

Pernyataan yang dikemukakan oleh IPCC telah diumumkan oleh lembaga akademik dan ilmiah pada berbagai negara setidaknya berjumlah tiga puluh. Bahkan juga oleh akademisi sains internasional dari organisasi negara G8. Namun, juga ada beberapa ilmuwan yang masih belum setuju dengan pendapat dari IPCC.

Mengapa pemanasan global dapat menyebabkan kepunahan spesies

Apabila pemanasan global dibiarkan hingga pada kondisi terburuk, maka akan terjadi bencana di permukaan bumi. Bencana yang terjadi akan berskala global dan kemungkinan besar menimbulkan kepunahan spesies tertentu, misalnya tumbuhan dan hewan. Selain karena bencana, ada pula faktor lain yang membuat spesies tertentu punah.

1. Mutasi genetik pada virus atau bakteri

Global warming memiliki potensi dalam mengubah kondisi gen virus dan bakteri yang telah ada saat ini. Artinya, virus dan bakteri yang pada keadaan normal sifatnya biasa saja dapat bermutasi menjadi ganas dan berbahaya bagi makhluk hidup lain. Mutasi yang terjadi pada tingkat kromosom gen dapat menyebabkan perubahan sifat virus dan bakteri menjadi lebih mematikan. Apabila jenis virus yang biasa menyerang hewan menjadi lebih ganas, bisa jadi akan terjadi kepunahan masal pada spesies hewan tertentu.

2. Meningkatnya curah hujan

Pemanasan global yang terjadi, akan meningkatkan kualitas, kuantitas, dan frekuensi penguapan air. Semakin besar faktor dari penguapan air pada permukaan bumi, maka dampaknya adalah frekuensi hujan menjadi lebih tinggi. Karena cuaca yang tidak stabil, maka tumbuhan dan hewan akan kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan curah hujan.

Karena memiliki tingkat adaptasi yang rendah, tanaman dan hewan tertentu dapat berumur pendek dan akhirnya mati. Pada kondisi selanjutnya, hewan herbivora akan kesulitan dalam mencari sumber makanan. Oleh karena itu, akan banyak hewan melakukan migrasi ke daerah lain yang lebih beriklim baik dan terdapat sumber makanan.

3. Kekeringan

Kekeringan area akibat penguapan yang terlalu tinggi, sehingga kelembapan tanah berkurang menjadi faktor terjadi bencana lain seperti kebakaran hutan. Penguapan yang tinggi akibat pemanasan global dapat membuat tanaman mati dan kering. Seperti yang diketahui bahwa tanaman membutuhkan air untuk berfotosintesis. Kekeringan pada tanah lambat laun membuat tanaman menjadi kekurangan sumber pasokan air dan akhirnya mati. Kekeringan pada tanaman akan membuat hewan ikut kekurangan sumber makanan yang akhirnya juga lambat laun menjadi punah.