Manusia senantiasa mengalami perubahan sosial budaya karena perkembangan zaman dimana budaya luar bebas masuk ke masyarakat, sehingga secara perlahan akan menimbulkan sikap imitatif. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena kehidupan bermasyarakat kita akan terus mengalami perubahan dan akan terus berubah. Apalagi tidak didasari dengan sikap konservatif terhadap budaya lokal.

Faktor penyebabnya sebenarnya sangat beragam. Salah satu hal utama yang memengaruhi adanya perubahan sosial budaya adalah anggapan bahwa bentuk sosial budaya yang baru masuk lebih bermanfaat dan menguntungkan. Namun, bisa juga masyarakat yang memiliki sikap konservatif, mereka akan cenderung skeptis terhadap budaya dari luar. Jadi, faktor penyebabnya bisa dua hal, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor penyebab perubahan sosial budaya dari dalam dan luar

Faktor internal merupakan pendorong adanya perubahan sosial budaya yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan perubahan sosial budaya dari dalam.

1. Pertumbuhan penduduk

Dalam kehidupan bermasyarakat pasti mengalami proses sosial seperti interaksi sosial dan sosialisasi. Kedua proses ini secara cepat atau lambat akan mengubah pola pikir masyarakat beriringan dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Pertumbuhan penduduk dalam teori ekonomi seperti deret hitung, misalnya 2,4,8,16 sehingga akan sangat cepat. Meningkatnya jumlah penduduk akan mengubah sosial budaya karena banyaknya kelompok masyarakat yang memiliki pemikiran baru. Kelompok-kelompok sekunder akan banyak bermunculan sehingga struktur kelembagaan menjadi lebih rumit.

2. Penemuan baru dan perkembangan pemikiran

Penemuan penemuan akan hal baru juga dapat mempengaruhi perubahan sosial budaya pada suatu tatanan masyarakat. Penemuan baru ini biasanya muncul akibat adanya permasalahan yang timbul akibat proses sosial, sehingga penemuan baru biasa disebut sebagai discovery. Temuan baru bisa berupa alat teknologi, sistem, gagasan baru atau konsep.

Pada tahap awal penemuan baru, biasanya akan muncul gejolak dari masyarakat karena terlihat beda dari sosial budaya yang telah ada. Agar penemuan baru diterima dan diakui masyarakat membutuhkan waktu yang lama, karena memang struktur sosial budaya di masyarakat telah ada sejak nenek moyang dan ini sangat sulit untuk diubah.

Dalam penemuan baru, masyarakat didorong oleh beberapa faktor seperti kesadaran individu yang berkaitan dengan keterbatasan fungsi dari nilai kebudayaan. Contohnya budaya kolonial dulu dimana para wanita tidak boleh bersekolah tinggi, sekarang sudah bebas bagi semua kalangan. Sedangkan faktor lain bisa karena sumber daya manusia yang ahli dalam bidang tertentu kemudian ingin memberikan kontribusi di masyarakat.

3. Konflik masyarakat

Dalam situasi tertentu, konflik masyarakat dapat memicu adanya gejolak sehingga mengarah pada perubahan sosial budaya. Perbedaan-perbedaan seperti warna kulit, kepentingan, status sosial ekonomi, ras, suku dan agama dapat memicu konflik.

Apabila konflik dapat dimanajemen dengan baik dan dipikirkan bagaimana solusi yang tepat, akan menghasilkan sesuatu yang positif bagi masyarakat. Namun, apabila tidak ada yang mampu bersikap rasional, konflik yang muncul akibat proses sosial akan berakibat negatif.

4. Alam yang berubah

Ini merupakan faktor eksternal yang mendorong adanya perubahan sosial budaya. Alam juga menjadi faktor utama pembentuk sosial budaya. Misalnya, orang-orang daerah pegunungan memiliki sifat lebih ramah dan berkata halus kepada orang sekitar daripada orang pesisir yang lebih suka blak-blakan.

Orang pegunungan juga memiliki kebiasaan memberikan makanan lezat kepada tamu, padahal mereka tidak semampu yang dilihat. Hal ini karena faktor alam dimana daerah pegunungan sangat mudah dalam menanam sayur, bahkan di pekarangan rumah pun bisa tumbuh.