Pengertian efek rumah kaca adalah suatu kondisi dimana gas-gas pada atmosfer bumi menahan panas matahari yang masuk ke bumi. Proses ini terjadi secara alami karena bumi memiliki atmosfer. Efek rumah kaca dengan kadar yang cukup sangat dibutuhkan bagi bumi untuk tetap membuat permukaan bumi hangat dan nyaman, sehingga bisa ditempati oleh makhluk hidup.

Efek rumah kaca juga dapat diartikan sebagai panas matahari yang tidak dikeluarkan dari atmosfer Bumi. Jika saja panas dari matahari dipantulkan begitu saja tanpa ada yang ditahan, maka permukaan bumi akan sangat dingin. Namun, efek rumah kaca dewasa ini telah mengalami pergeseran konotasi yang mana pasti disebut sebagai hal buruk akibat ulah manusia.

Secara garis besar, efek rumah kaca dapat dibagi menjadi dua hal yakni merujuk pada proses alami yang terjadi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Sedangkan konotasi kedua ini merujuk pada pemanasan global yang diindikasikan efek rumah kaca yang meningkat akibat perbuatan manusia serta aktivitas yang dilakukannya.

Sedangkan pengertian pemanasan global adalah bertambahnya suhu permukaan bumi dalam jangka panjang yang mengakibatkan cuaca tak menentu serta mengakibatkan fenomena alam seperti mencairnya gletser es di kutub, banjir, suhu yang sangat panas dan lain sebagainya.

Proses efek rumah kaca

Ketika mendengar efek rumah kaca, mungkin yang dibayangkan adalah sebuah rumah yang seluruhnya terbuat dari kaca dengan di dalamnya berbagai macam tanaman. Memang konsep ini benar, dimana ketika siang hari, rumah kaca akan menyerap dan menahan panas. Sehingga pada malam hari, meski suhu diluar rumah menurun, suhu di dalam rumah kaca masih tetap hangat.

Proses efek rumah kaca yang terjadi secara alami di Bumi ini sama halnya dengan proses serupa. Gas-gas yang terdapat pada atmosfer seperti karbondioksida akan menahan panas matahari keluar dari atmosfer. Proses ini sama seperti yang dilakukan kaca pada rumah kaca. Sedangkan gas yang terperangkap pada atmosfer Bumi dapat disebut sebagai gas efek rumah kaca.

Ketika siang hari, panas matahari yang menembus atmosfer, akan membuat suhu di permukaan bumi meningkat. Bumi yang sebenarnya sangat dingin akan menjadi lebih hangat akibat adanya panas yang terperangkap pada atmosfer. Ketika malam hari, gas efek rumah kaca yang terperangkap pada atmosfer akan dilepaskan kembali ke udara, sehingga suhu menjadi lebih hangat.

Proses pemanasan global

Proses pemanasan global ini sama seperti proses efek rumah kaca alami. Hanya saja, panas yang diserap atmosfer ini berlebihan, sehingga suhu di permukaan bumi menjadi lebih panas dari suhu hangat. Gas efek rumah kaca yang tinggi ini disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil seperti bahan bakar minyak, batu bara dan pembakaran bahan bakar organik lainnya.

Semakin tingginya gas efek rumah kaca yang diakibatkan dari aktivitas manusia, menyebabkan jumlahnya di atmosfer meningkat. Hal ini membuat panas matahari yang diserap dan diperangkap menjadi lebih banyak. Kemudian pada proses selanjutnya, panas yang dillepaskan kembali ketika malam hari akan berlebih, sehingga suhu di permukaan bumi tetap panas meskipun malam hari. Ini bisa dirasakan di kota-kota besar padat industri, biasanya di malam hari masih terasa panas.

Akibat pemanasan global

Akibat dari pemanasan global, suhu bumi meningkat yang menyebabkan perubahan iklim. Ekosistem di bumi seperti hutan, laut dan lainnya akan terganggu. Cuaca pun menjadi tidak menentu akibat pemanasan global yang terjadi. Bahkan pada dampak yang lebih parah, pemanasan global dapat mengakibatkan mencairnya gunung es dan bertambahnya volume air di laut, sehingga akan ada pulau yang tenggelam.