Bangsa Indonesia adalah salah satu bangsa yang pernah mengalami penjajahan oleh bangsa Belanda, Portugis, Inggris, dan Jepang. Namun, salah satu dampak paling parah adalah ketika dijajah oleh Belanda dalam kurun waktu yang tidak singkat. Pada saat itu, bangsa Belanda sebenarnya datang ke Indonesia untuk melakukan perdagangan, tetapi seiring berjalannya waktu mereka justru mengeksploitasi dan menguasai pemerintahan.

Karena Indonesia kaya akan rempah-rempah, Belanda membawa sekutu dagangnya untuk mengeruk sumber daya alam yang sangat dibutuhkan orang-orang Eropa. Belanda membawa VOC (Vereenigde Oast Compagnie). Kehadiran VOC di Indonesia membawa dampak yang lebih buruk, tidak hanya penjajahan wilayah tetapi juga menyengsarakan rakyat kecil. Tujuan akhir VOC adalah menguasai dan mengendalikan kekayaan yang dihasilkan bangsa Indonesia seperti hasil tumbuh-tumbuhan dan tanah.

Penderitaan Bangsa Indonesia akibat VOC

Sebenarnya ada banyak penderitaan yang tidak dapat disebutkan. Namun, berikut ini adalah beberapa kerusakan serta penderitaan yang dialami bangsa Indonesia karena penjajahan yang dilakukan pada masa VOC.

1. Kerugian ekonomi

Sejak kedatangan VOC, mereka memiliki intervensi ke semua lini seperti menyatakan perang, membentuk tentara sendiri, mencetak uang, bahkan memonopoli perdagangan. Karena hal inilah perekonomian rakyat Indonesia kala itu sangat memprihatinkan.

2. Kerja paksa

Penderitaan paling banyak disoroti oleh sejarawan adalah kerja paksa. Kerja paksa adalah bentuk penindasan dimana rakyat kecil dipaksa untuk bekerja kepada VOC tanpa diberi upah maupun makan. Mirip seperti perbudakan sejak zaman kuno. Karena hal inilah banyak dari rakyat mengalami kelaparan dan berujung kematian. Kerja paksa yang dilakukan seperti membangun jalan, benteng, dan fasilitas lainnya untuk kepentingan VOC.

3. Tanam Paksa

Tujuan dari tanam paksa adalah memonopoli perdagangan dengan menguasai sektor primer. Artinya, Belanda melakukan intervensi pasar dengan mengontrol tanaman apa yang harus ditanam dan tidak. Namun, kegiatan tanam paksa ini membuat petani mengalami kerugian karena tidak bisa mendapatkan hasil dari apa yang mereka tanam. Hasil dari apa yang petani tanam harus dijual kepada Belanda dan dengan harga yang sangat murah.

4. Penjualan manusia

Penduduk Indonesia yang dianggap tidak memberikan keuntungan bagi VOC akan dikirim ke luar negeri untuk dijual dan dijadikan budak atau pembantu.

5. Penyiksaan

Penyiksaan kerap terjadi pada masa pendudukan VOC. Penyiksaan ini biasanya terjadi karena ada rakyat yang melanggar perintah atau melakukan perlawanan. Dengan demikian, penjajah tidak akan ragu untuk melakukan penyiksaan dengan cara mencambuk atau membuangnya ke daerah lain, bahkan ada yang langsung dihukum gantung.

6. Pembodohan

Agar penjajahan VOC berjalan panjang hingga beberapa ratus tahun, mereka melakukan pembodohan terhadap pribumi dengan tidak membolehkan anak-anak asli Indonesia bersekolah. Dengan begitu, mereka tidak perlu khawatir akan datang generasi yang cerdas dan berpotensi melawan mereka. Karena hal inilah anak-anak pribumi yang sudah dewasa hanya menjadi apa yang VOC inginkan, seperti menjadi budak.

7. Tanah dirampas

Banyak dari rakyat yang memiliki lahan untuk tempat tinggal mereka, serta untuk pertanian dirampas habis oleh penjajah. Hal itu dilakukan untuk kepentingan penjajah dalam membangun fasilitas publik mereka, seperti membangun jalan.

8. Pembangunan jalan Anyer-Panarukan

Pembangunan jalan yang sangat panjang sejauh 1.000 km ini adalah penderitaan yang sangat parah dialami oleh bangsa Indonesia. Banyak rakyat yang mati kelelahan ketika pembangunan jalan ini karena tidak diberi makan layak, upah, atau bahkan jam istirahat yang minim. Mereka tidak bisa melawan karena akan diberi hukuman badan.