Cara Buat Logo Olshop

Halo Kawan Mastah! Sebagai pelaku bisnis online, tentunya kamu sudah tahu betul betapa pentingnya logo untuk olshop kamu. Sebab, logo menjadi identitas yang membedakan olshop kamu dengan olshop lainnya. Nah, kali ini kita akan membahas tentang cara buat logo olshop yang menarik dan profesional.

1. Tentukan Konsep Logo

Sebelum membuat logo, tentukan dulu konsep yang akan diusung pada logo olshop kamu. Apakah ingin tampil minimalis, playful, atau elegant? Konsep tersebut akan menjadi panduan dalam proses pembuatan logo.

1.1 Minimalis

Jika ingin tampil minimalis, gunakan warna-warna netral seperti hitam, putih, abu-abu, atau navy. Bentuk logo bisa sederhana namun elegan, seperti tipografi yang simpel atau garis-garis tipis.

1.2 Playful

Untuk tampil playful, gunakan kombinasi warna-warna cerah dan variasi bentuk yang lucu. Misalnya, gunakan ikon boneka atau binatang sebagai elemen logo.

1.3 Elegant

Bila ingin tampil elegan, gunakan warna-warna gold atau silver yang mengkilap. Bentuk logo bisa dibuat dengan garis yang curam atau tipografi yang mewah.

2. Pilih Font dan Warna yang Tepat

Setelah menentukan konsep, pilihlah font dan warna yang tepat untuk logo olshop kamu. Pastikan font yang digunakan mudah dibaca dan ramping agar terlihat elegan. Warna yang dipilih sebaiknya mencerminkan konsep yang telah ditentukan.

2.1 Font

Pilih font yang mudah dibaca dan tidak terlalu rumit. Beberapa font yang paling sering digunakan dalam pembuatan logo olshop antara lain Arial, Helvetica, dan Univers.

2.2 Warna

Warna yang dipilih harus sesuai dengan konsep logo yang sudah ditentukan. Misalnya, warna-warna netral untuk konsep minimalis, atau warna-warna cerah untuk konsep playful. Pilihlah warna yang tidak terlalu banyak dan terlalu mencolok agar logo tetap terlihat profesional.

3. Buatlah Sketch

Setelah memilih konsep, font, dan warna, langkah selanjutnya adalah membuat sketch atau sketsa untuk logo olshop kamu. Buat beberapa sketsa untuk memperoleh ide-ide yang berbeda. Sebaiknya, buat sketsa dengan pensil atau pensil warna agar mudah diubah jika masih ada revisi.

4. Gunakan Software Desain untuk Membuat Logo

Setelah menentukan sketch yang akan digunakan, gunakan software desain untuk membuat logo olshop kamu. Beberapa software desain yang bisa kamu gunakan antara lain Adobe Illustrator, CorelDRAW, atau Canva.

5. Pilih Jenis Logo yang Tepat

Ada beberapa jenis logo yang bisa kamu gunakan, antara lain:

5.1 Wordmark

Wordmark merupakan logo yang terdiri dari kata atau nama dari olshop. Logo jenis ini cocok untuk olshop yang sudah dikenal dan ingin memperkuat brandnya.

5.2 Lettermark

Lettermark adalah logo yang terdiri dari singkatan atau huruf dari nama olshop. Logo jenis ini cocok untuk olshop yang memiliki nama yang panjang atau ingin memperpendek namanya.

5.3 Icon atau Simbol

Icon atau simbol adalah logo yang terdiri dari gambar atau ikon yang merepresentasikan olshop kamu. Logo jenis ini cocok untuk olshop yang ingin terlihat unik dan mudah diingat.

5.4 Combination Mark

Combination mark adalah logo yang merupakan gabungan antara wordmark dan icon atau simbol. Logo jenis ini cocok untuk olshop yang ingin memperkuat brandnya dan memudahkan pengenalan bagi konsumen.

6. Pilih Tipe Logo yang Sesuai dengan Produk

Setelah menentukan jenis logo yang akan dibuat, pilihlah tipe logo yang sesuai dengan produk yang kamu jual. Beberapa tipe logo yang bisa kamu gunakan antara lain:

6.1 Typographic

Tipe logo ini terdiri dari tulisan biasa atau tipografi dengan desain yang menarik.

6.2 Abstract Symbol

Tipe logo ini terdiri dari bentuk atau simbol abstract yang merepresentasikan produk yang kamu jual.

6.3 Monogram

Tipe logo ini terdiri dari huruf-huruf yang dijadikan satu dengan desain yang menarik.

6.4 Mascot

Tipe logo ini terdiri dari karakter yang merepresentasikan produk olshop kamu.

7. Buatlah Logo yang Mudah Dikenali

Pastikan logo olshop kamu mudah dikenali dan dapat membuat konsumen ingat. Logo yang mudah diingat akan membantu meningkatkan brand awareness olshop kamu.

8. Pilihlah Size yang Sesuai

Logo yang dibuat harus mempunyai ukuran yang sesuai agar dapat digunakan di berbagai media. Pilih ukuran yang sesuai agar logo terlihat jelas dan tidak blur ketika diperbesar atau diperkecil.

9. Simpan Logo dalam Format yang Tepat

Simpan logo olshop kamu dalam format file yang tepat seperti .AI atau .EPS agar logo tetap terlihat jelas dan dapat diedit nantinya. Pastikan ukuran file tidak terlalu besar agar dapat digunakan dengan mudah.

10. Tambahkan Tagline Jika Diperlukan

Jika diperlukan, kamu bisa menambahkan tagline pada logo olshop kamu. Pastikan tagline yang digunakan mudah diingat dan sesuai dengan konsep yang kamu gunakan.

11. Ujilah dengan Berbagai Latar Belakang

Sebelum menentukan logo yang akan digunakan, ujilah logo kamu dengan berbagai latarbelakang. Pastikan logo tetap terlihat jelas dan terbaca dengan baik di setiap latarbelakang.

12. Gunakan Logo pada Setiap Media

Setelah logo selesai dibuat, gunakan logo pada setiap media yang kamu miliki. Mulai dari website, social media, hingga kemasan produk yang kamu jual.

13. Buatlah Logo yang Responsif

Logo olshop kamu haruslah responsif dan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai ukuran layar. Pastikan logo tetap terlihat jelas dan mudah dibaca di layar kecil.

14. Ciptakan Logo yang Unik

Pastikan logo olshop kamu unik dan tidak terlalu mirip dengan logo olshop lainnya. Logo yang unik akan lebih mudah diingat dan dapat memperkuat brand awareness.

15. Gunakan Kontras pada Warna

Pastikan ada kontras pada warna yang digunakan pada logo olshop kamu. Warna yang kontras akan memudahkan pengenalan logo dan membuat logo lebih menarik.

16. Hindari Logo yang Terlalu Ramai

Pastikan logo yang dibuat tidak terlalu ramai dan terlalu banyak elemen. Logo yang terlalu ramai dapat membuat logo terlihat tidak profesional.

17. Gunakan Logo yang Mudah Dibaca

Pastikan logo olshop kamu mudah dibaca dan terbaca dengan baik dari jarak jauh. Logo yang mudah dibaca akan membantu konsumen mengingat nama dari olshop kamu.

18. Pilihlah Logo yang Sesuai dengan Bisnis Olshop

Pilihlah logo yang sesuai dengan bisnis olshop kamu. Logo yang sesuai dengan bisnis olshop akan lebih mudah diingat dan mudah dikaitkan dengan produk yang kamu jual.

19. Tanyakan Pendapat Orang Lain

Sebelum menentukan logo yang final, tanyakan pendapat orang lain terlebih dahulu. Pendapat orang lain dapat membantu kamu memperbaiki logo yang kamu buat agar lebih baik dan sesuai dengan harapan.

20. Revisi Sampai Memuaskan

Jika masih ada kekurangan pada logo yang dibuat, jangan ragu untuk merevisi sampai memuaskan. Logo yang memuaskan akan membuat kamu lebih percaya diri dalam memasarkan produk dan memperkuat brand awareness olshop kamu.

FAQ

Q:
Apa saja jenis logo yang bisa digunakan?
A:
Berikut adalah beberapa jenis logo yang bisa kamu gunakan: wordmark, lettermark, icon atau simbol, dan combination mark.
Q:
Apakah warna pada logo harus sesuai dengan warna produk?
A:
Tidak harus sesuai, namun pastikan warna yang dipilih mencerminkan konsep logo yang sudah ditentukan.
Q:
Bagaimana cara membuat logo yang responsif?
A:
Pastikan logo kamu mempunyai ukuran yang sesuai agar dapat menyesuaikan diri dengan berbagai ukuran layar.

Nah, itulah 20 cara buat logo olshop yang menarik dan profesional. Dengan logo yang tepat, olshop kamu akan semakin dikenal dan memperkuat brand awareness. Selamat mencoba!

Cara Buat Logo Olshop