Cerita fiksi adalah salah satu jenis teks yang menceritakan mengenai sebuah peristiwa yang tidak terdapat didunia nyata. Sumber dari cerita fiksi adalah imajinasi atau karangan semata dari penulisnya. Namun, meski tidak terjadi di dunia nyata, cerita fiksi harus masuk akal supaya dapat diterima oleh khalayak umum. Jika tidak masuk akal bisa jadi teks tersebut disebut sebagai dongeng atau fantasi.

Fiksi berasal dari bahasa inggris yakni dari kata fiction yang berarti sebuah khayalan. Cerita fiksi dapat pula dipahami sebagai sebuah karya sastra yang didalamnya memuat cerita buatan yang didasarkan pada angan-angan atau fantasi dan bukan sesuai dengan kejadian yang nyata. Cerita fiksi biasanya dibuat dengan mendramatisir sebuah kebenaran tetapi tetap masuk akal.

Imajinasi seorang pengarang berasal dari wawasannya, pengalaman, perkiraan, serta kreatifitas dalam menceritakan sebuah peristiwa yang terjadi baik dalam dunia nyata maupun khayalan. Sehingga dalam pembuatan cerita fiksi diperlukan imajinasi yang kuat dan pengalaman yang banyak agar cerita dalam karya fiksi dapat memberikan gambaran peristiwa yang sebenarnya.

Pembahasan apa itu fiksi

Pada umumnya, karya cerita fiksi lebih mengedepankan pada cerita sejarah mengenai sebuah kejadian dan pengalaman yang pernah dialami oleh si pengarang. Untuk menambah klimaks dalam cerita, maka ditambahkan imajinasi khayalan yang berasal dari kreatifitas penulisnya.

Karakteristik cerita fiksi

Berikut ini adalah beberapa karakteristik dari cerita fiksi.

1. Cerita fiksi bersifat pada buatan/settingan dan imajinasi yang dibuat oleh pengarang

2. Dalam cerita fiksi terdapat kebenaran yang tidak mutlak atau relatif menurut masing-masing pembaca.

3. Cerita fiksi lebih banyak menggunakan bahasa konotatif dan bukan yang sesungguhnya.

4. Karya sastra ini tidak memiliki sistematika penulisan yang baku.

5. Pada umumnya cerita fiksi lebih mengedepankan emosi atau rasa dari para pembaca dan kurang mengedepankan pada logika. Sehingga, terkadang kebenaran atau fakta sebenarnya tidak diungkapkan dalam cerita karena harus membuat pembaca menggunakan pikiran.

6. Dalam karya fiksi ini terdapat pesan atau amanat khusus yang dapat diambil oleh pembaca.

Struktur cerita fiksi

Sama seperti karya sastra lain, cerita fiksi juga memiliki struktur yang membentuk cerita tersebut. Berikut adalah beberapa struktur dari cerita fiksi.

-Abstrak, merupakan struktur dalam cerita fiksi yang didalamnya memuat ringkasan cerita secara singkat dari awal hingga akhir.

-Orientasi, adalah struktur yang terletak pada awal cerita dan sifatnya menjelaskan mengenai suatu hal seperti tema, latar belakang tema, dan tokoh dari cerita fiksi tersebut.

-Komplikasi merupakan struktur cerita fiksi yang mengindikasikan adanya permasalahan yang dialami oleh tokoh dalam cerita tersebut.

-Evaluasi adalah struktur yang berisi pembahasan mengenai masalah yang dialami oleh tokoh.

-Resolusi merupakan salah satu struktur yang terdapat dalam cerita fiksi dan berisi mengenai inti dari pemecahan masalah yang dialami tokoh.

-Koda atau Reorientasi adalah bagian penutup dalam cerita fiksi yang berisi sebuah amanat serta pesan moral yang dapat diambil dari berbagai masalah yang terjadi dari cerita fiksi tersebut.

Unsur-Unsur Cerita Fiksi

Unsur cerita fiksi terdiri atas unsur intrinsik dan ekstrinsik.

1. Unsur intrinsik adalah unsur dari dalam yang membangun cerita fiksi tersebut. Unsur intrinsik cerita fiksi adalah tema, tokoh, alur/plot, konflik, klimaks, latar, amanat, sudut pandang, dan penokohan.

2. Unsur ekstrinsik merupakan unsur dari luar dalam cerita fiksi. Unsur ekstrinsik meliputi keadaan subjektivitas individu pengarang, keyakinan dalam cerita, pandangan hidup, psikologi, pandangan hidup bangsa, dan berbagai karya seni.