Pansos akhir-akhir ini menjadi kata yang tren digunakan oleh remaja-remaja di sosmed seperti twitter, facebook, atau instagram. Pansos merupakan bahasa gaul yang tidak ada di dalam kamus besar bahasa Indonesia.

Apabila kita memperhatikan lebih jauh, pansos sebetulnya singkatan dari ‘panjat sosial’. Dari singkatannya saja, kita masih harus mengartikan maksudnya lagi. Apa itu panjat sosial? Artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu pansos dan apa saja ciri orang-orang yang sedang pansos.

Pengertian panjat sosial

Mungkin ketika pertama kali mendengar istilah panjat sosial, kalian membayangkan seseorang sedang memanjat pohon dengan tulisan sosial. Bukan itu ya. Maksud panjat sosial adalah seseorang yang berusaha menjadi populer dan mendapat perhatian dari banyak orang, biasanya melalui media sosial.

Hal yang dilakukan orang orang yang gemar melakukan pansos biasanya hal yang tabu, menyedihkan, kesombongan, unik dan kadangpula bercandaan namun berlebihan. Ya, dizaman serba medsos ini orang-orang bisa jadi cepat populer ketika menjadi viral. Caranya menjadi viral inilah yang kadang tidak baik.

Kadang pelaku panjat sosial menggunakan kebohongan untuk mengelabuhi para pengguna medsos lain, seperti memasang foto wajah memar dan membuat caption menyedihkan agar mendapat perhatian seperti komentar, like maupun share. Padahal filter wajah memar telah banyak bertebaran di instagram.

Selain kebohongan menyedihkan, ada pula yang menggunakan kebohongan lain misalnya seperti giveaway bohongan atau memotret mobil mewah yang diunggah padahal bukan miliknya. Orang yang gemar pansos biasa menggunakan foto atau video agar mendapat perhatian dari publik.

Ciri orang pansos

Mungkin kalian telah memahami karakter orang-orang pansos. Intinya, mereka sedang melakukan hal yang tidak umum dan ingin mendapat perhatian dari publik.

1. Sering berkomentar kasar, kotor dan umpatan

Berkata kasar di media sosial adalah hal yang buruk untuk dilakukan. Meski begitu, orang yang pansos sering melakukannya agar mendapat perhatian dari pengguna sosmed lainnya. Perhatian yang didapat tentu berbeda, karena biasanya dia akan dihujat atau di bully pengguna lain.

Meskipun mendapat umpatan atau bully an dari orang lain, orang yang gemar pansos tetap menikmatinya karena yang terpenting populer dan mendapat perhatian.

2. Acuh pada peringatan

Ketika mendapat peringatan dari orang lain, orang pansos cenderung mengacuhkannya. Dia tidak peduli dengan omongan orang lain dan tetap melanjutkan kegiatan pansosnya. Meskipun Ia tahu akibatnya, orang ini akan senantiasa melakukan hal-hal kurang wajar demi meraih kepopuleran.

3. Sok-sokan

Seperti halnya ketika seseorang yang sedang emosi, orang pansos sangat suka berkata bahwa sangat berani dengan aparat keamanan. Misalnya pada kasus seorang pria yang mengatakan bahwa dia menantang dan mengejek polisi untuk menangkapnya melalui status facebook, karena hal inilah dia terjerat UU ITE dan mendapat akibatnya.

Memang ketika melakukan pansos, profil kalian akan naik, menjadi lebih terkenal dan mendapat perhatian dari orang lain. Namun, perhatikan caranya agar tidak melanggar aturan dan hukum yang berlaku.

Faktor orang melakukan pansos

Kita mungkin berpikiran negatif terhadap orang-orang pansos. Tetapi, kita juga harus melihat apakah orang pansos melakukan itu karena dorongan tertentu? Bisa saja orang pansos melakukan itu karena merasa kesepian, tidak punya teman dan lain sebagainya. Sehingga mereka ingin mendapat perhatian dari orang lain melalui sosial media.

Jika melihat orang pansos baik dengan kebohongan, pamer, kesombongan maupun kata-kata tidak wajar, lebih baik ingatkan dia dengan tutur kata yang baik. Jika tidak menghiraukan lebih baik tinggalkan dan jangan beri perhatian, karena orang pansos menyukai itu. Kalau tidak ada yang perhatian, ya orang pansos pasti akan malu sendiri.