Marketing adalah aktivitas, proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang memiliki nilai guna bagi pelanggan, klien, mitra atau konsumen masyarakat umum. Bentuk-bentuk marketing sangat bermacam-macam mengikuti perkembangan teknologi yang saat ini telah merambah ke dunia digital.

Pemasaran dimulai dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang kemudian berkembang menjadi pemenuhan keinginan manusia. Contoh umumnya adalah seorang manusia yang haus membutuhkan segelas air, agar rasa hausnya hilang. Namun, dalam perkembangannya, manusia tidak hanya butuh air tetapi juga ingin air yang mudah dibawa kemana-mana sehingga membutuhkan produk dengan botol.

Dalam konsep marketing, proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang kemudian menjadi dasarnya. Mulai pada pemenuhan produk, penetapan harga yang telah disesuaikan dengan margin keuntungan, distribusi barang dan mempromosikan barang. Seorang yang bekerja dibidang marketing biasanya disebut sebagai marketer atau pemasar.

Tujuan marketing atau pemasaran

Berdasarkan pengertian di atas, proses pemasaran dimulai dengan menemukan apa yang menjadi keinginan atau kebutuhan masyarakat. Misalnya, masyarakat membutuhkan bahan pokok seperti minyak goreng. Sedangkan keinginan masyarakat adalah dapat membawa minyak goreng dengan praktis ketika melakukan pendakian gunung.

1. Konsumen mengetahui detail produk

Tujuan pertama yang ingin dicapai dalam marketing adalah memastikan bahwa masyarakat atau target konsumen memiliki pengetahuan akan detail produk yang dijual oleh perusahaan. Kenapa hal ini penting? Sebab, pengetahuan mengenai produk menjadi modal dasar bagi marketer untuk melangkah pada tujuan selanjutnya.

Apabila konsumen paham suatu detail produk baik variannya, kegunaannya, cara penggunaan, kelebihannya, maka akan memberikan keyakinan bahwa produk yang dihasilkan perusahaan sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan tak ragu untuk membeli.

2. Menjelaskan detail kegiatan marketing

Tujuan kedua dari marketing adalah perusahaan mampu menjelaskan semua kegiatan yang berkaitan dengan pemasaran. Kegiatan marketing ini berhubungan dengan kegiatan seperti detail produk, desain produk, bagaimana cara mengkomunikasikan kepada konsumen, hingga pada proses distribusi atau pengiriman produk kepada konsumen dengan cara tercepat.

3. Memahami konsumen

Tidak hanya mampu memproduksi produk, marketing juga harus dilakukan sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Sehingga, dalam marketing sangat dimungkinkan adanya variasi produk sebagai bentuk pemahaman tentang apa yang diinginkan konsumen.

Misalnya, sebuah smartphone dalam satu serie ada berbagai varian seperti RAM 4GB, 6GB dan 8GB. Tentu saja dalam marketing, produk yang ditawarkan bervariasi mengikuti dengan kebutuhan atau keinginan dari konsumen, mulai dari kebutuhan RAM kecil hingga besar. Mungkin dalam satu produk saja, konsumen mencari fungsi prioritas sehingga harus ada pada satu produk tertentu.

Faktor yang memengaruhi marketing

Strategi pemasaran pada umumnya berkaitan dengan koordinasi dengan beberapa kegiatan bisnis lainnya. Misalnya, bisnis periklanan, penyiaran radio atau televisi, printing, baliho dan bisnis lainnya menjadi faktor yang mempengaruhi marketing.

1. Faktor mikro

Faktor mikro merupakan faktor yang mempengaruhi aktivitas marketing yang berskala kecil. Faktor mikro ini seperti perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat. Biasanya, faktor mikro menjadi hal yang penting untuk diperhatikan demi kelancaran dari pemasaran. Misalnya ada masalah dengan pemasok, marketing bisa macet karena tidak ada produk yang dipasarkan. Atau adanya pesaing yang akhirnya memaksa inovasi marketing untuk menarik konsumen.

2. Faktor makro

Faktor makro adalah faktor yang berskala luas dimana tidak sebatas pada hubungan antar individu, tetapi bisa institusi, lembaga, dan wilayah. Faktor makro yang mempengaruhi marketing adalah demografi, politik dan hukum, teknologi serta sosial budaya. Faktor makro ini juga penting untuk diperhatikan agar marketing sesuai dengan aturan yang ada, berjalan efisien dan tidak mengganggu sosial budaya masyarakat yang menjadi target konsumen.