Halo Kawan Mastah! Apakah kamu memiliki usaha kecil dan bingung bagaimana membuat pembukuan keuangan? Tenang saja, dalam artikel ini kita akan membahas cara membuat pembukuan keuangan untuk usaha kecil agar lebih teratur dan mudah diatur. Dengan pembukuan yang baik dan rapi, kamu bisa mengontrol keuangan usaha dengan lebih mudah dan tentunya membantu mengembangkan usaha kecil kamu.
Pendahuluan
Sebelum kita masuk ke pembahasan utama, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu pembukuan keuangan. Pembukuan keuangan adalah pencatatan semua transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu usaha. Dalam pembukuan keuangan, akan tercatat setiap pemasukan dan pengeluaran yang ada dalam usaha tersebut. Dengan demikian, kita bisa mengetahui keuangan usaha kita secara akurat dan terorganisir.
Setelah kita memahami apa itu pembukuan keuangan, maka langkah selanjutnya adalah memulai pembukuan keuangan untuk usaha kecil kamu. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:
1. Buat Daftar Pendapatan dan Pengeluaran
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat daftar pendapatan dan pengeluaran. Dalam daftar ini, kamu harus mencantumkan semua pemasukan dan pengeluaran yang ada dalam usaha kecil kamu. Pemasukan bisa berasal dari penjualan produk atau jasa, sedangkan pengeluaran bisa berasal dari bahan baku, gaji karyawan, dan biaya operasional lainnya.
Untuk membuat daftar pendapatan dan pengeluaran, kamu bisa menggunakan program spreadsheet seperti Microsoft Excel atau Google Sheets. Buatlah tabel dengan kolom pendapatan dan pengeluaran, serta kolom tanggal dan keterangan transaksi.
| Tanggal | Keterangan Transaksi | Pendapatan | Pengeluaran |
|---|---|---|---|
| 1 Januari 2021 | Penjualan produk A | Rp 10.000.000 | |
| 5 Januari 2021 | Pembelian bahan baku | Rp 3.000.000 |
Dengan membuat daftar ini, kamu bisa mengetahui secara jelas berapa banyak pemasukan dan pengeluaran yang ada dalam usaha kecil kamu. Selain itu, kamu juga bisa memantau fluktuasi pendapatan dan pengeluaran dari waktu ke waktu.
2. Pisahkan Rekening Pribadi dan Usaha
Seringkali, pemilik usaha kecil mencampurkan rekening pribadi dan rekening usaha. Padahal, hal ini akan membuat pembukuan keuangan menjadi tidak akurat dan sulit diatur. Oleh karena itu, langkah kedua adalah memisahkan rekening pribadi dan usaha.
Dengan memisahkan rekening pribadi dan usaha, kamu bisa memantau keuangan usaha dengan lebih mudah. Selain itu, jika kamu membutuhkan dana dari usaha kecil kamu, kamu bisa mengetahui berapa banyak dana yang bisa kamu ambil tanpa mengganggu keuangan usaha.
3. Lakukan Pencatatan Setiap Hari
Langkah ketiga adalah melakukan pencatatan setiap hari. Setiap kali ada transaksi keuangan yang terjadi dalam usaha kecil kamu, catatlah dalam daftar pendapatan dan pengeluaran yang telah kamu buat sebelumnya.
Hal ini akan membuat pembukuan keuangan menjadi lebih akurat dan terorganisir. Selain itu, dengan melakukan pencatatan setiap hari, kamu juga bisa meminimalisir kesalahan yang terjadi dalam pembukuan keuangan.
4. Lakukan Rekonsiliasi Bank
Rekonsiliasi bank adalah proses membandingkan catatan transaksi pada buku bank dengan catatan transaksi pada buku kas usaha kecil. Dengan melakukan rekonsiliasi bank, kamu bisa mengetahui apakah ada perbedaan antara catatan pada buku bank dengan catatan pada buku kas usaha kecil.
Jika terdapat perbedaan, maka kamu bisa segera mencari tahu penyebabnya dan mengatasinya dengan cepat. Hal ini akan membantu kamu menjaga keuangan usaha kecil menjadi lebih teratur dan akurat.
5. Buat Laporan Keuangan
Langkah terakhir adalah membuat laporan keuangan. Dalam laporan keuangan, akan tertera semua transaksi keuangan yang telah terjadi dalam usaha kecil kamu. Ada beberapa jenis laporan keuangan yang bisa kamu buat, antara lain:
Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukkan pendapatan dan biaya yang telah terjadi dalam usaha kecil kamu. Dengan laporan laba rugi, kamu bisa mengetahui apakah usaha kecil kamu mengalami keuntungan atau kerugian.
Neraca Keuangan
Neraca keuangan adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan suatu usaha pada suatu waktu tertentu. Dalam neraca keuangan, akan tertera semua aset, kewajiban, dan modal yang dimiliki oleh usaha kecil kamu.
Dengan membuat laporan keuangan secara berkala, kamu bisa mengetahui perkembangan keuangan usaha kecil kamu dari waktu ke waktu. Selain itu, kamu juga bisa menentukan strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha kecil kamu berdasarkan laporan keuangan yang telah dibuat.
FAQ
1. Apa pentingnya melakukan pembukuan keuangan dalam usaha kecil?
Memiliki pembukuan keuangan yang baik dan rapi akan membantu kamu mengontrol keuangan usaha dengan lebih mudah dan tentunya membantu mengembangkan usaha kecil kamu. Dengan pembukuan keuangan, kamu bisa mengetahui keuangan usaha kamu secara akurat dan terorganisir.
2. Apakah saya bisa membuat pembukuan keuangan tanpa bantuan ahli?
Tentu saja bisa. Meskipun kamu bukan ahli dalam bidang akuntansi, kamu masih bisa membuat pembukuan keuangan yang baik dan rapi dengan melakukan langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas. Namun, jika kamu merasa kesulitan, kamu bisa meminta bantuan ahli dalam bidang akuntansi.
3. Apa alat yang bisa saya gunakan untuk membuat pembukuan keuangan?
Kamu bisa menggunakan program spreadsheet seperti Microsoft Excel atau Google Sheets untuk membuat pembukuan keuangan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan software pembukuan keuangan yang tersedia di pasaran.
4. Berapa sering saya harus membuat laporan keuangan?
Idealnya, kamu harus membuat laporan keuangan setiap bulan atau setiap tiga bulan. Dengan membuat laporan keuangan secara berkala, kamu bisa mengetahui perkembangan keuangan usaha kamu dari waktu ke waktu.
5. Apa yang harus saya lakukan jika terdapat perbedaan antara catatan pada buku bank dengan catatan pada buku kas usaha kecil saya?
Jika terdapat perbedaan, maka kamu harus segera mencari tahu penyebabnya dan mengatasinya dengan cepat. Hal ini akan membantu kamu menjaga keuangan usaha kecil kamu menjadi lebih teratur dan akurat.